Bukan Hanya Opini, Pengkritik Tata Bahasa Memang Berkepribadian Menyebalkan

Kompas.com - 03/05/2019, 23:18 WIB
ilustrasi kesalahan menulis ilustrasi kesalahan menulis

KOMPAS.com - Pernahkah Anda mendapatkan teguran karena tata bahasa yang salah ketika mengunggah sesuatu di sosial media? Di Indonesia, sebuah akun anonim muncul dengan misi untuk membuat para influencer Indonesia belajar bahasa Inggris lebih baik.

Sayangnya, cara yang digunakan oleh akun tersebut adalah mengkritik tata bahasa atau grammar para selebritas Indonesia di sosial media. Selebritas terbaru yang dikritik oleh akun tersebut adalah Dian Sastro.

Kritik semacam ini sering kali tidak dilontarkan oleh akun-akun khusus saja, tapi oleh teman atau kerabat. Bagi Anda yang mempunyai pengalaman serupa, mungkin hal itu membuat perasaan tidak nyaman atau tidak senang.

Bahkan, tak jarang kita menilai orang yang selalu mengkritik tata bahasa orang lain di sosial media sebagai orang yang menyebalkan.

Baca juga: Siasat Ahli Bahasa Menghindari Muslihat Debat Calon Presiden

Ternyata, hal tersebut bukan perasaan Anda saja. Para ilmuwan membuktikan bahwa orang yang senang mengkritik grammar orang lain punya kepribadian tak menyenangkan.

Dalam laporan penelitian yang dipublikasikan di jurnal PLOS One tahun 2016 itu, para peneliti mendapati sifat kepribadian seseorang bisa ditentukan dari cara mereka merespons kesalahan ketik atau tata bahasa seseorang.

"Ini adalah studi pertama yang menunjukkan bahwa ciri-ciri kepribadian pendengar atau pembaca memiliki efek pada interpretasi bahasa," ungkap Julie Boland, ketua penelitian ini dikutip dari Science Alert, Jumat (03/05/2019).

"Dalam percobaan ini, kami memeriksa penilaian sosial yang dilakukan pembaca tentang penulis," imbuhnya.

Para peneliti merekrut 83 peserta untuk eksperimen ini. Selanjutnya, peserta diminta membaca dan memberi tanggapan dari sebuah iklan melalui email.

Peneliti memberikan berbagai iklan, mulai dari yang mengandung kesalahan ketik, salah tata bahasa, dan yang ditulis secara sempurna.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Prof Cilik
Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X