Kompas.com - 30/04/2019, 20:39 WIB
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Sebuah foto yang diduga merupakan ilustrasi dari kelenjar susu payudara perempuan diunggah oleh salah satu pengguna Twitter, @lemonadead ramai diperbincangkan di media sosial pada Minggu (21/4/2019).

Foto tersebut menampilkan sistem kelenjar susu pada bagian dada perempuan yang berbentuk bunga dan otot.

Namun, hal tersebut dibantah oleh media LiveScience yang mengunggah tulisannya pada Sabtu (27/4/2019).

Narasi yang beredar:

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, seorang pengguna Twitter, @lemonadead mengunggah sebuah foto yang menampilkan bagian payudara yang diduga milik perempuan pada Minggu (21/4/2019).

Dalam twit tersebut, dituliskan caption: "Saya baru sadar kalau saya tidak pernah melihat foto sistem otot perempuan. Ini BUKAN seperti bentuk kelenjar susu yang saya bayangkan."

Selain itu, dalam foto digambarkan bahwa bagian terdekat puting membentuk saluran susu yang menyerupai bunga. Sontak, sejumlah warganet pun merasa takut akibat unggahan tersebut.

Hingga kini, unggahan itu telah mendapatkan 50.615 kali retweet dan telah disukai sebanyak 142.747 kali oleh pengguna Twitter yang lain.

Penelusuran Kompas.com:

Dilansir dari LiveScience, foto yang diduga merupakan sistem kelenjar susu perempuan tersebut adalah klaim yang tidak benar, seperti yang dituliskan akun @lemonadead dalam twitnya.

Ternyata, gambar tersebut merupakan ilustrasi dari aplikasi iPad yang bernama Anatomy & Physiology.

Gambaran kelenjar susu perempuan yang akurat.Shuttershock Gambaran kelenjar susu perempuan yang akurat.

Jika melihat aplikasinya, benda tersebut diduga sebagai kelenjar susu. Namun, dugaan itu tidak tepat karena kelenjar susu memenuhi seluruh payudara dan tidak berbentuk bunga di bagian tengah saja.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.