Kompas.com - 29/04/2019, 11:40 WIB
Ilustrasi imunisasi JovanmandicIlustrasi imunisasi

Seiring berjalannya waktu, teori ini pun dipatahkan oleh beberapa alasan, yaitu:

1. Sistem pertahanan anak, bahkan anak yang baru berusia hitungan hari, tetap bisa memberikan respon positif terhadap beberapa vaksin yang diberikan sekaligus.

2. Autisme bukan penyakit yang disebabkan oleh gangguan sistem pertahanan tubuh. Tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa gangguan sistem pertahanan atau peradangan sistem saraf bisa menyebabkan autisme.

Baca juga: MUI: Dalam Situasi Darurat, Imunisasi adalah Kewajiban

Upaya penipuan

Pada tahun 2004, rekan-rekan dr. Andrew menyatakan untuk menarik kembali tulisan tersebut, namun dia tetap bersikukuh untuh mempertahankan penelitiannya. Namun, dr. Andrew tidak berani saat diminta untuk mengulangi kembali penelitiannya agar didapat hasil yang valid.

Adalah seorang jurnalis inggris, Brian Deer, yang membuka fakta-fakta pemalsuan dan kesalahan dalam penelitian itu. Setelah penyelidikan selama 7 tahun, Brian menyimpulkan bahwa dr. Andrew dan rekannya mengubah pernyataan dan rekam medis pasien agar sesuai dengan hasil penelitiannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terungkap pula bahwa institusi yang menaungi dr. Andrew, Royal Free Hospital and Medical School, mendukung tindakan dokter tersebut agar mendapatkan keuntungan finansial dari hasil tuntutan kepada produsen vaksin yang berdasar atas keluhan autisme pada anak yang menerima imunisasi MMR.

Saat ini, izin praktik dr. Andrew sudah dicabut, begitu pula kredensial akademik dan klinisnya.

The Lancet, majalah dimana penelitian ini diterbitkan, mencabut publikasi penelitian ini pada tahun 2010. Tahun berikutnya, British Medical Journal menyatakan bahwa penelitian ini merupakan penipuan yang disengaja dengan dampak yang besar terhadap kesehatan masyarakat global.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.