UI Angkat 2 Guru Besar Tetap dari Bidang Kimia, Ini Penelitian Mereka

Kompas.com - 24/04/2019, 17:33 WIB
Upacara Pengukuhan Guru Besar Tetap baru dari bidang Kimia FMIPA UI di Balai Sidang, kampus UI Depok. Upacara Pengukuhan Guru Besar Tetap baru dari bidang Kimia FMIPA UI di Balai Sidang, kampus UI Depok.

KOMPAS.com – Universitas Indonesia mengukuhkan Guru Besar Tetap dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), yaitu Prof. Dr. Yoki Yulizar, M.Sc dan Prof. Dr. Ivandini Tribidasari Anggraningrum, S.Si, M.Si.

Upacara pengukuhan dipimpin oleh Ketua Senat Akademik UI, Prof. Nachrowi Djalal Nachrowi, MSc., MPHil., Ph.D pada Rabu (24/4/2019) di Balai Sidang UI kampus Depok.

Prof. Yoki menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Peningkatan Kinerja Nanomaterial melalui Modifikasi Kimia Antarmuka”.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peningkatan paparan logam berat yang berbahaya, karena dapat memengaruhi kesehatan dan mencemari air. Ion logam berat ini dapat terakumulasi dan mengancam kehidupan makhluk hidup.

Baca juga: Menristekdikti Targetkan UI Masuk 200 Peringkat Dunia

Pada penelitian ini, Prof. Yoki menyampaikan metode modifikasi permukaan material pendukung menggunakan nanopartikel jenis logam, oksida logam, ligan, polimer, surfaktan, atau senyawa kompleks lainnya untuk membentuk nanokomposit.

Melalui metode dua pemodifikasi yang diteliti oleh Prof. Yoki, diperoleh hasil modifikasi material berupa nanokomposit dengan kinerja yang tinggi, sehingga dapat menjadi solusi untuk diaplikasikan dalam industri agar dapat mengurangi permasalahan air limbah.

Selanjutnya, Prof. Ivandini menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Diamond Berkonduktivitas Listrik sebagai Material Unggul dalam Monitoring Kesehatan, Pengelolaan Lingkungan dan Penyediaan Energi”.

Selama ini, diamond atau berlian dikenal sebagai material yang sangat stabil dan memiliki tingkat kekerasan tinggi, serta dipergunakan sebagai alat pembayaran atau perhiasan.

Baca juga: Dokter UI Patenkan Rumus Pendeteksi Migrain

Perkembangan teknologi berlian sintetis memungkinkan modifikasi berlian dengan partikel lain agar memiliki konduktivitas listrik, sehingga dapat digunakan sebagai elektroda dalam sistem elektrokimia.

Penelitian yang dilakukan oleh Prof. Ivandini menggunakan berlian dengan doping boron (boron-doped diamond, BDD) sebagai elektroda. Sifat BDD yang stabil memungkinkan penggunaannya sebagai sensor dan detektor, misalnya sensor ozon, pH, dan glutation.

BDD juga dapat digunakan dalam pengolahan limbah melalui elektrolisis sehingga mengurangi pembentukan senyawa berbahaya yang dapat mencemari lingkungan.

BDD juga memiliki potensi sebagai penyedia energi melalui aplikasinya sebagai baterai, super kapasitor, dan fuel cell.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X