Perjalanan Kadek Arimbawa Mengobati Kecemasan Diri lewat Seni

Kompas.com - 24/04/2019, 16:06 WIB
Kadek Arimbawa melukis, membuat topeng serta patung di Rumah Berdaya Denpasar, komunitas orang dengan gangguan jiwa yang didirikan oleh dr I Gusti Rai SpKJ, spesialis kejiwaan dari Bali. Yunanto Wiji Utomo/Kompas.comKadek Arimbawa melukis, membuat topeng serta patung di Rumah Berdaya Denpasar, komunitas orang dengan gangguan jiwa yang didirikan oleh dr I Gusti Rai SpKJ, spesialis kejiwaan dari Bali.

Awal 2017, Kadek bertemu dengan dr Rai dalam acara audiensi di Kantor Walikota Denpasar. Saat itu, pemerintah kota memberikan tempat bagi orang dengan gangguan kejiwaan untuk beraktifitas di wilayah Hayam Wuruk, Bali. Tak lama kemudian, Kadek bergabung dengan Rumah Berdaya Denpasar.

Pengobatan medis serta pengalaman kesenian membuat Kadek percaya diri. "Dulu saya tidak pernah mau bercerita kalau saya punya gangguan kejiwaan. Takut sekali karena waktu itu juga banyak orang tidak tahu. Sekarang saya berani bercerita. Bahkan saya menjelaskan pada orangtua orang yang punya gangguan kejiwaan," terangnya.

Sejak akhir 2017, Kadek pun diangkat sebagai kontrak di bawah Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Meski jabatannya adalah sopir, peran Kadek jauh lebih besar sebab dia juga terlibat kegiatan pemberdayaan rekan-rekan yang punya latar belakang sama di Rumah Berdaya Denpasar. Dia sangat bangga bekerja sebagai sopir dan mengeksplorasi seni.

Nila mengapreasiasi semangat Kadek dan inisiatif dr Rai.

"Rumah Berdaya ini adalah solusi dari menurut saya terobosan luar biasa," katanya. "Orang-orang yang mengalami depresi dan frustasimereka bisa masuk ke rumah berdaya ini dengan sebagai solusi jalan keluar. Mereka di sini disibukkan dengan kegiatan positif sampai mereka bisa merasa menimbulkan kepercayaan diri kembali."

Dr Rai mengatakan, pemerintah perlu mendukung semangat orang dengan gangguan kejiwaan yang berusaha menerapi diri lewat sini. "Perlu langkah yang menyeluruh dari pemerintah. Jangan hanya lewat proyek sendiri-sendiri dan jangka pendek," katanya.

Langkah menyeluruh perlu sehingga lebih banyak lagi orang dengan masalah kejiwaan yang menjadi seniman profesional. Itu perlu agar langkah terapi lewat seni bisa terus berlanjut dan lebih berkembang. Rai telah memulai lewat kerjasama dengan Lasalle College of Art di Singapura untuk mengembangkan aktivitas seni di Rumah Berdaya Denpasar.

Kadek sendiri masih ingin terus mengembangkan kemampuan seninya. Salah satu keberhasilannya adalah menjual topeng berbahan koran bekas kepada seorang kolektor seni mancanegara. Topeng itu kemudian dipamerkan di sebuah galeri fi Ubud.

Mimpi terbesarnya adalah membuat ibunya tersenyum setiap hari melihat semangat dan keberhasilannya. "Dari sejak saya sakit, ibu selalu ada untuk saya. Saya ingin membuat ibu tersenyum setiap hari. Kalau ibu tersenyum, kerja rasanya gembira," katanya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X