Begini Bentuk Molekul Pertama di Alam Semesta Setelah Big Bang

Kompas.com - 24/04/2019, 08:08 WIB
Molekul pertama di alam semesta Molekul pertama di alam semesta

KOMPAS.com - Para astronom baru saja mengumumkan bahwa mereka telah menemukan molekul pertama di alam semesta. Molekul ini tercipta setelah Big Bang atau ledakan besar membentuk semesta.

Molekul tersebut adalah helium hidrida, kombinasi antara helium dan hidrogen. Ia terdeteksi sejauh 3.000 tahun cahaya dari Bumi oleh Stratosphere Observatory for Infrared Astronomy (SOFIA) milik Badan Antariksa AS ( NASA).

Ia ditemukan di planeter nebula bernama NGC 7027 yang merupakan sisa debu bintang mirip matahari.

Dalam laporan di jurnal Nature yang dipublikasikan 17 April 2019 lalu, para astronom menjelaskan bahsa ratusan ribu tahun setelah Big Bang, alam semesta terlalu panas dan penuh radiasi bagi atom untuk saling terikat.

Baca juga: Misi NASA Bantu 141 Astronom Identifikasi Planet Berjuluk Saturnus Panas

Menurut mereka, saat itu hanya ada beberapa jenis atom seperti hidrogen, helium, dan litium. Studi baru ini menunjukkan, 100.000 tahun setelah Big Bang, alam semesta sudah cukup dingin untuk beberapa atom saling berdekatan.

Masa itu, helium dan hidrogen bergabung dan membentuk molekul yang dikenal sebagai helium hidrida. Inilah molekul pertama yang terbentuk di alam semesta.

"Meskipun helium hidrida memiliki kepentingan terbatas di Bumi saat ini, kimia alam semesta dimulai dengan ion ini," tulis tim peneliti dalam laporan mereka dikutip dari Live Science, Rabu (17/04/2019).

Dalam pernyataannya, pihak NASA mengatakan temuan ini menandai pertama kalinya molekul tersebut terdeteksi di ruang angkasa dan menyoroti kimia alam semesta paling awal.

"Molekul ini bersembunyi di luar sana, tetapi kami membutuhkan instrumen yang tepat untuk melakukan pengamatan pada posisi yang tepat, dan SOFIA mampu melakukan itu dengan sempurna," ungkap Harold Yorke, direktur Pusat Sains SOFIA dikutip dari Space.com, Kamis (18/04/2019).

Setelah alam semesta mendingin, atom hidrogen mulai berinteraksi dengan helium hidrida tersebut. Hal itu menciptakan molekul hidrogen, yang mengatur tahapan pembentukan bintang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X