Peneliti Rekam "Percakapan" Lumba-lumba Antisosial Misterius di Brasil

Kompas.com - 23/04/2019, 21:05 WIB
Lumba-lumba sungai Araguaia, Brasil Lumba-lumba sungai Araguaia, Brasil

KOMPAS.com - Lumba-lumba langka dari sungai Araguaian, Brasil telah lama dianggap makhluk miterius yang punya sifat "anti-sosial". Ya, itu karena hewan ini cenderung soliter atau hidup menyendiri tanpa kelompok.

Dengan sifat tersebut, para peneliti berasumsi bahwa hewan tersebut tak bisa berkomunikasi dengan rumit. Namun, ternyata temuan terbaru menunjukkan asumsi tersebut salah besar.

Para ilmuwan dari University of Vermont berhasil merekam "percakapan" antara lumba-lumba tersebut satu sama lain. Uniknya, mereka bahkan punya ratusan suara berbeda untuk berkomunikasi.

"Kami menemukan bahwa mereka berinteraksi secara sosial dan membuat lebih banyak suara dibanding yang diperkirakan sebelumnya," ungkap Laura May Collado, ahli biologi dari University of Vermont dikutip dari Newsweek, Jumat (19/04/2019).

Baca juga: Soal Seks, Lumba-lumba dan Wanita Ternyata Punya Kesamaan

"Daftar suara mereka sangat beragam," tegasnya.

Sayangnya, hingga kini, informasi mengenai lumba-lumba yang dikenal dengan nama botos itu masih misteri. Pasalnya, mamalia itu sangat sulit ditemukan dan juga sulit didekati.

Tak hanya itu, studi tentang mereka juga terbatas. Terlebih, mereka hanya hidup di perairan Araguaia dan Tocatin sehingga jumlahnya diperkirakan hanya 500 individu saja.

Beruntung, tim peneliti ini menemukan botos di kota Mocajuba. Tim kemudian menggunakan kamera dan mikrofon bawah air untuk merekam interaksi antara lumba-lumba di sana.

Tim tersebut juga mengambil beberapa sampel DNA dari hewan itu.

Menurut laporan tim tersebut di jurnal PeerJ, tim merekam selama 20 jam dan berhasil mengidentifikasi 237 suara. Para peneliti berspekulasi bahwa ada lebih banyak suara yang dihasilkan oleh botos dibanding yang mereka rekam.

"Ini menyenangkan. Lumba-lumba laut seperti hidung botol menggunakan pekikan khas untuk berkomunikasi, di sini kita mendapatkan suara yang berbeda yang digunakan oleh lumba-lumba sungai untuk tujuan yang sama," kata Collado.

Para ilmuwan merekam bahwa botos membuat panggilan dan pekikan yang lebih lama, seperti yang dilakukan oleh lumba-lumba hidung botol. Sayangnya, tidak diketahui apa tujuan mereka.

Jika membandingkan dengan lumba-lumba hidung botol, pekikan biasanya digunakan untuk meningkatkan kekompakkan kelompok. Tapi, peneliti berpikir bahwa botos melakukannya justru untuk alasan sebaliknya, mengingat sifat mereka yang penyendiri.

Collado dan timnya menemukan bahwa ada pola berbeda yang dilakukan oleh botos dan mamalia laut lain. Menurutnya, karakteristik komunikasi botos dipengaruhi oleh lingkungan sungai tempat tinggal mereka.

Baca juga: Vaquita, Lumba-lumba Terkecil Dunia di Ambang Kepunahan

"Ada banyak kendala, seperti hutan dan vegetasi yang tergenang, di habitatnya, sehingga sinyal ini bisa berevolusi untuk menghindari gema dari vegetasi dan meningkatkan jangkauan komunikasi induk dan anakan mereka," ujar Collado.

Botos sendiri diidentifikasi sebagai spesies berbeda dengan lumba-lumba sungai Bolivia dan lumba-lumba sungai Amazon pada 2014 lalu. Tapi, klasifikasi mereka masih diperdebatkan hingga saat ini.




Close Ads X