Bangkitkan Kuda Purba, Ilmuwan Ambil Darah Cair dari Mumi 42.000 Tahun

Kompas.com - 18/04/2019, 18:08 WIB
Peneliti berharap mendapatkan DNA dari mumi kuda berusia antara 30,000 -40,000 tahun 
Michil Yakovlev/The Siberian Times Peneliti berharap mendapatkan DNA dari mumi kuda berusia antara 30,000 -40,000 tahun

KOMPAS.com – Para peneliti telah berhasil mengambil sampel darah cair dari mumi kuda berusia 42.000 tahun yang ditemukan di dalam permafrost pada 2018. Darah itu diambil dengan harapan dapat menghidupkan kembali spesies kuda yang sudah punah.

Perlu diketahui, anak kuda jantan yang ditemukan di depresi Batagaika tersebut diduga merupakan anggota spesies Lenskaya atau Lena yang telah punah.

Para peneliti dari North-Eastern Federal University di Yakutsk yang bekerja sama dengan South Korean Sooam Biotech Research Foundation pun ingin mengkloningnya dan telah mencoba untuk menumbuhkan sel somatik dari jaringan kuda sebanyak 20 kali. Namun, semua upaya ini gagal.

Nah, kali ini para peneliti telah mengambil darah cair dari katup jantung kuda yang kondisinya masih sangat baik berkat kondisi penguburan dan permafrost.

Baca juga: Ambisi Para Ilmuwan Bangkitkan Kuda Purba dari Zaman Es

Sayangnya, para peneliti belum mengetahui apakah sel somatic dapat diambil dan ditumbuhkan dari sampel darah tersebut, ujar pemimpin Mammoth Museum di Yakutsk Semyon Grigoryev.

Sampel darah kuda yang diambil para penelitiNorth-Eastern Federal University Sampel darah kuda yang diambil para peneliti

Dalam wawancara bersama agensi berita Rusia, TASS, Grigoryev menjelaskan bahwa seperti mumi yang berkondisi baik lainnya, anak kuda ini mati karena tenggelam dalam lumpur yang kemudian membeku. Hal ini terlihat dari lumpur yang ditemukan di dalam ususnya.

Ketika mati, kuda masih berusia 1-2 minggu. Hasil otopsi juga menunjukkan bahwa mumi kuda masih memiliki bulu di bagian kepala, kaki dan sebagian tubuhnya yang menunjukkan bahwa semasa hidup, kuda ini berwarna coklat dengan ekor dan surai hitam.

Melihat kondisi organ kuda yang sangat baik dan jaringan otot yang masih berwarna kemerahan, Grigoryev mendeklarasikan mumi kuda ini sebagai hewan zaman es yang paling baik pengawetannya di dunia.

Tidak heran bila kemudian para peneliti meletakkan harapan besar pada sampel darah kuda yang baru diambil. Bila eksperimen ini berhasil, para peneliti juga berharap untuk dapat mengkloning mammoth.

Meskipun masih ada banyak masalah etika dan teknologi yang meliputinya, termasuk berbagai kontroversinya, membangkitkan spesies yang sudah punah tampaknya akan terjadi cepat atau lambat.




Close Ads X