"Quick Count" Pilpres, Bagaimana Kompas Melakukannya?

Kompas.com - 17/04/2019, 16:39 WIB
Ilustrasi quick countShutterstock.com Ilustrasi quick count

KOMPAS.com – Setelah sebelumnya mengadakan survey pra pemilu, Litbang Kompas juga melakukan hitung cepat dan survei pasca pemilihan sebagai rangkaian penelitian seiring Pemilu 2019 ini.

Hitung cepat, atau quick count adalah metode untuk memantau hasil pemilu secara cepat, melalui proses penghitungan persentase hasil pemilu di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dipilih secara acak sesuai dengan metode statistik.

Manajer Database Litbang Kompas, Ignatius Kristanto menjelaskan, dalam melaksanakan penghitungan cepat untuk Pemilu 2019 ini, Litbang Kompas menggunakan metode akumulasi dengan interval.

Dengan metode itu, sampel TPS diambil secara acak sistematis dari daftar urutan sesuai Rekapitulasi Daftar Pemilih Pemilu 2019, yang terdiri dari 809.497 TPS yang tersebar di 34 provinsi. Kemudian, dari daftar tersebut, diambil 2000 TPS.

"Penarikan sampel untuk 2000 titik TPS diambil secara acak sistematis, pertama kita mengurutkan daftar pemilih tetap KPU, sekitar 190 juta pemilih di 800.000 TPS," jelasnya.

Baca juga: Quick Count Indikator Data 70,06 Persen: Jokowi-Maruf 54,57 Persen, Prabowo-Sandiaga 45,43 Persen

Dari 2000 TPS, akan diperiksa transportasi dan jaringan pendukung yang memudahkan proses hitung cepat. Jika TPS tidak memungkinkan untuk diakses, maka akan digeser ke lokasi terdekat yang memungkinkan.

Daftar pemilih di masing-masing TPS akan menjadi patokan penentuan TPS sampel di lapangan untuk proses verifikasi.

Kristanto menjelaskan bahwa metode ini dapat merepresentasikan perbedaan kepadatan tiap daerah. Daerah yang memiliki daftar pemilih banyak, dapat terwakili sesuai dengan interval yang telah ditetapkan.

Untuk verifikasi data, dilakukan lewat interviewer yang hadir di TPS sampel.

Interviewer akan mengirimkan foto dan lokasi TPS ke Pusat Data sebelum pengumpulan data, yang kemudian diperiksa oleh konfirmator.

Setelah data masuk, konfirmator akan menghubungi interviewer dan panitia TPS untuk memastikan akurasi data.

Data selanjutnya akan dikonfirmasi oleh validator, sebelum disahkan dan dipublikasikan.

Selama ini, Litbang Kompas telah mengadakan lima belas kali pengitungan cepat, dengan simpangan rata-rata selalu di bawah satu persen.

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan kalau Junjungan Kalah Pemilu Besok?



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X