Efek Disinhibisi Online, Alasan di Balik "Netizen Maha Benar"

Kompas.com - 16/04/2019, 12:06 WIB
Ilustrasi media sosial diego_cervoIlustrasi media sosial

Tanpa adanya ekspresi, mimik muka, gestur, maupun bahasa tubuh lain, seorang pembaca dapat mempersepsikan tulisan seseorang dengan interpretasi yang beragam.

Sebuah tulisan sederhana dapat dianggap sebagai ancaman, sindiran, pujian, sarkasme, ataupun dukungan tanpa dapat diketahui secara persis maksud asli dari penulisnya.

Hal ini dapat memancing respon dan reaksi yang beragam pula.

Baca juga: Terbukti, Internet Ambil Bagian dalam Masalah Kurang Tidur

5. Imajinasi disosiatif

Banyak orang menganggap bahwa dunia maya terpisah dengan dunia nyata, dalam artian, perilakunya di internet tidak memiliki konsekuensi secara nyata.

Orang dengan pandangan seperti ini mempersepsikan internet sebagai game, dimana aturan yang berlaku di dalamnya sama sekali berbeda.

6. Kesetaraan sosial di internet

Di hadapan internet, semua orang memiliki posisi yang sama, tanpa memandang profesi, otoritas, status, tingkat sosial-ekonomi, dan sebagainya.

Semua orang bebas menyuarakan pendapatnya, dan semua orang menganggap bahwa pendapatnya benar.

Tidak ada validitas lebih berdasarkan kompetensi atau kredibilitas, jika seseorang tidak setuju akan sesuatu, maka akan diabaikannya begitu saja, atau bahkan membuat narasi tandingan.

Meski sekilas fenomena ini bertanggungjawab atas segala keributan di dunia maya, namun efek disinhibisi online ini juga memiliki banyak manfaat.

Dengan adanya disinhibitas online, seseorang yang memiliki masalah komunikasi dapat menyampaikan perasaannya secara bebas, tanpa ada tekanan sosial.

Fenomena ini juga dapat mendorong tumbuhnya rasa percaya diri serta mennunjang kebebasan berpendapat, asalkan disertai kesadaran akan literasi digital serta tetap menaati norma dan etika yang berlaku.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Gajah Afrika Mati Mendadak, Ahli Konservasi Indonesia Ingatkan Soal Virus Herpes

Ratusan Gajah Afrika Mati Mendadak, Ahli Konservasi Indonesia Ingatkan Soal Virus Herpes

Fenomena
Fenomena Langka, Dua Planet Raksasa Menari Bersama di Luar Angkasa

Fenomena Langka, Dua Planet Raksasa Menari Bersama di Luar Angkasa

Fenomena
Kasus Corona Indonesia Tak Seburuk Prediksi, Diduga karena Vaksinasi

Kasus Corona Indonesia Tak Seburuk Prediksi, Diduga karena Vaksinasi

Kita
Umur Anjing Ternyata Lebih Tua dari Pemiliknya, Studi ini Jelaskan

Umur Anjing Ternyata Lebih Tua dari Pemiliknya, Studi ini Jelaskan

Fenomena
Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia?

Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia?

Oh Begitu
Studi Ungkap Cara Virus Corona Langsung Infeksi Sel Jantung Pasien Covid-19

Studi Ungkap Cara Virus Corona Langsung Infeksi Sel Jantung Pasien Covid-19

Fenomena
Harga Vaksin Corona Diperkirakan Rp 75.000 Per Orang, Kapan Siap?

Harga Vaksin Corona Diperkirakan Rp 75.000 Per Orang, Kapan Siap?

Oh Begitu
Ilmuwan Buktikan Lagi, Virus Corona Saat Ini Lebih Menular dan Beda dari Aslinya

Ilmuwan Buktikan Lagi, Virus Corona Saat Ini Lebih Menular dan Beda dari Aslinya

Fenomena
Seberapa Jauh Anjing Bisa Mencium dan Mendengar?

Seberapa Jauh Anjing Bisa Mencium dan Mendengar?

Prof Cilik
Vaksin Bikin Autis? 3 Mitos Vaksinasi Anak yang Tak Usah Dipercaya

Vaksin Bikin Autis? 3 Mitos Vaksinasi Anak yang Tak Usah Dipercaya

Kita
Hati-hati, Gangguan Gigi dan Mulut Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Hati-hati, Gangguan Gigi dan Mulut Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Oh Begitu
3 Nyamuk Penyebar Mosquito-borne Disease: Aedes Aegypti, Anopheles, dan Culex

3 Nyamuk Penyebar Mosquito-borne Disease: Aedes Aegypti, Anopheles, dan Culex

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Mengapa Banyak Virus pada Hewan Menular ke Manusia?

[VIDEO] Tanya Dokter: Mengapa Banyak Virus pada Hewan Menular ke Manusia?

Oh Begitu
Jangan Lupakan, Penularan Penyakit karena Nyamuk Masih Terus Terjadi

Jangan Lupakan, Penularan Penyakit karena Nyamuk Masih Terus Terjadi

Kita
Jamur Cordyceps Militaris Disinyalir Punya Antivirus, Apa Saja Manfaatnya?

Jamur Cordyceps Militaris Disinyalir Punya Antivirus, Apa Saja Manfaatnya?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X