Naik Eskalator, Efisiennya Berdiri, Jalan, atau Lari?

Kompas.com - 15/04/2019, 18:08 WIB
Penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) di Peron 5 Stasiun Duri, Jakarta Barat pada Rabu (28/3/2018). RIMA WAHYUNINGRUMPenumpang Kereta Rel Listrik (KRL) di Peron 5 Stasiun Duri, Jakarta Barat pada Rabu (28/3/2018).

Oleh Lesley Strawderman*

KOMPAS.com - Suka atau tidak suka, undang-undang lalu lintas ada untuk menjaga orang tetap aman dan membantu kendaraan berjalan dengan lancar. Dan walaupun sementara ini belum ada hukumnya, lalu lintas pejalan kali cenderung mengikuti peraturan tak tertulis.

Kebanyakan pejalan kaki menggunakan etiket pejalan kaki sebagai cara untuk meminimalkan ketidaknyamanan, seperti menabrak orang lain, dan untuk meningkatkan efisiensi supaya tiba di tujuan lebih cepat.

Tanpa memikirkannya, Anda mungkin mematuhi aturan lalu lintas pejalan kaki umum di mana pejalan yang cepat harus pindah ke sisi tengah trotoar, sementara pejalan kaki yang lebih lambat condong di sisi luar.

Di Amerika Serikat, ini sejalan dengan aturan lalu lintas, di mana kendaraan melintas cepat di sebelah kiri, sementara kendaraan yang lebih lambat tetap berada di jalur kanan jalan.

Aturan tidak tertulis tersebut membentuk jalur lalu lintas pejalan kaki. Meskipun tidak tertulis di trotoar, jalur fungsional ini dapat membantu pejalan kaki bergerak lebih nyaman dan cepat. Insinyur teknik sistem manusia seperti saya tahu bahwa jalur pejalan kaki muncul secara alami di lingkungan yang ramai.

Dalam kondisi tertentu, desainer telah menggunakan beragam teknik untuk mendorong pola lalu lintas pejalan kaki tertentu. Salah satu contoh adalah tanda jalan yang mendorong pejalan kaki untuk “berdiri di sebelah kanan” pada eskalator. Pengguna eskalator akan menggunakan separuh kanan eskalator jika mereka hanya berdiri dan bagian kiri jika mereka berjalan (atau berlari!) Untuk mencapai ujung eskalator.

Baca juga: Katanya Gelap, tapi Kenapa Pinggiran Lubang Hitam Berwarna Oranye?

Tetapi apakah dua jalur lalu lintas pejalan kaki di eskalator benar-benar membantu Anda mencapai tujuan lebih cepat? Haruskah ada jalur berjalan dan jalur berdiri, atau haruskah kedua jalur digunakan untuk berdiri saja?

Satu studi melaporkan bahwa 74,9 persen pejalan kaki memilih untuk berdiri pada eskalator alih-alih berjalan. Haruskah seluruh jalur eskalator dibuat untuk sebagian orang yang tidak sabar?

Ketika desainer merencanakan ruang seperti jalan, bangunan, dan koridor, mereka mempertimbangkan ruang yang dibutuhkan untuk setiap orang di lingkungan. Ruang berubah tergantung pada bagaimana ruang akan digunakan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X