BMKG: Tsunami akibat Gempa Banggai Sulteng Diprediksi Kurang dari 0,5 Meter

Kompas.com - 12/04/2019, 19:31 WIB
Episentrum dan ketinggian muka air laut gempa Banggai pada Jumat (12/4/2018). BMKG Episentrum dan ketinggian muka air laut gempa Banggai pada Jumat (12/4/2018).

KOMPAS.COM - Gempa bermagnitudo 6,9 mengguncang kepulauan Banggai, Sulawesi Selatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, gempa itu berpotensi tsunami.

Meski demikian, pakar gempa dari BMKG, Daryono, mengungkapkan bahwa potensi tsunami tergolong kecil. "Kurang dari 0,5 meter," katanya pada Jumat (12/4/2018).

Gempa berpusat pada kedalaman 10 km, 113 km dari kota Morowali. Warga diharapkan menjauhi pantai.

Gempa tepatnya terjadi pada pukul 18.40 WIB pada koordinat 1,9 derajat Lintang Selatan dan 122,54 derajat Bujur Timur.

BMKG menyatakan, wilayah Sulawesui Tengah dan Morowali wajib waspada. Gelombang yang pertama bisa saja bukan yang terbesar.

Baca juga: BMKG: Gempa Magnitudo 6,9 di Banggai, Morowali Waspada Tsunami

Gempa tepatnya terjadi pada pukul 18.40 WIB pada koordinat 1,9 derajat Lintang Selatan dan 122,54 derajat Bujur Timur. BMNG menyatakan, wilayah Sulawesui Tengah dan Morowali wajib waspada. Gelombang yang pertama bisa saja bukan yang terbesar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BMKG: Gempa Magnitudo 6,9 di Banggai, Morowali Waspada Tsunami", https://sains.kompas.com/read/2019/04/12/191248223/bmkg-gempa-magnitudo-69-di-banggai-morowali-waspada-tsunami.
Penulis : Yunanto Wiji Utomo
Editor : Yunanto Wiji Utomo

Gempa tepatnya terjadi pada pukul 18.40 WIB pada koordinat 1,9 derajat Lintang Selatan dan 122,54 derajat Bujur Timur. BMNG menyatakan, wilayah Sulawesui Tengah dan Morowali wajib waspada. Gelombang yang pertama bisa saja bukan yang terbesar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BMKG: Gempa Magnitudo 6,9 di Banggai, Morowali Waspada Tsunami", https://sains.kompas.com/read/2019/04/12/191248223/bmkg-gempa-magnitudo-69-di-banggai-morowali-waspada-tsunami.
Penulis : Yunanto Wiji Utomo
Editor : Yunanto Wiji Utomo



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X