Sering Bikin Tubuh Terasa Ringan, Buang Air Besar Bisa Turunkan Berat Badan?

Kompas.com - 10/04/2019, 16:04 WIB
Ilustrasi buang air kecil iStockphotoIlustrasi buang air kecil

KOMPAS.com - Setelah diolah, dicerna, dan diambil semua gizinya, sisa-sisa makanan akan dikeluarkan oleh tubuh saat buang air besar (BAB). Nah, katanya setelah BAB berat badan bisa turun.

Maka itu, banyak yang menyimpulkan bahwa dengan BAB bisa menurunkan berat badan. Namun, apakah berat badan yang turun akan stabil setelah BAB? Apakah cara ini efektif untuk menurunkan berat badan?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, pertama-tama Anda perlu mengetahui seberapa banyak feses yang dibuang oleh tubuh pada kondisi normal. Rata-rata, Anda mengeluarkan 100-250 gram feses saat buang air besar.

Dibutuhkan waktu kurang-lebih 33 jam sejak makanan dicerna hingga dikeluarkan dari tubuh Anda.

Baca juga: Buang Air Kecil Semakin Sering Saat Udara Dingin, Ini Penjelasannya

Namun, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi berat feses setiap orang. Orang yang makan dan minum lebih banyak atau yang lebih jarang buang air besar biasanya mengeluarkan feses yang lebih besar dan padat.

Faktor lainnya adalah ukuran tubuh, kebiasaan makan, dan seberapa banyak air yang Anda minum.

BAB memang dapat mengurangi beberapa ratus gram dari total berat badan Anda. Namun karena jumlahnya yang sedikit, cara ini tidak bisa dianggap sebagai metode menurunkan berat badan.

Jika demikian, mengapa perut Anda terasa begitu ringan setelah buang air besar?

Ternyata, Anda tidak hanya mengeluarkan feses saat buang air besar. Anda juga mengeluarkan gas yang dihasilkan oleh bakteri pembusuk feses.

Gas ini sering kali membuat perut Anda terasa penuh. Inilah sebabnya perut Anda terasa jauh lebih lega dan nyaman setelah buang air besar.

BAB Penting untuk Berat Badan

Walaupun buang air besar tidak memengaruhi berat badan secara keseluruhan, sistem pencernaan yang sehat juga penting untuk menurunkan berat badan. Salah satu ciri dari sistem pencernaan yang sehat adalah Anda mampu buang air besar secara rutin sehingga terhindar dari sembelit.

Ada sebuah tips sederhana yang bisa Anda terapkan, yakni dengan mencukupi kebutuhan serat harian. Serat merangsang pergerakan sistem pencernaan sehingga buang air besar menjadi lancar.

Baca juga: Sering Buang Air Kecil Tengah Malam? Waspadai Masalah Prostat

Nutrisi yang termasuk dalam golongan karbohidrat kompleks ini juga akan membersihkan usus Anda dan mengurangi risiko kanker usus besar.

Selain melancarkan BAB dan sistem pencernaan, serat juga disinyalir mampu menurunkan berat badan. Pasalnya, nutrisi yang banyak terdapat pada buah-buahan ini membantu tubuh Anda dalam mengatur gula darah serta mengirimkan sinyal pada otak bahwa Anda telah kenyang.

Dengan begitu, Anda dapat mengendalikan asupan makanan dan camilan yang dapat menambah berat badan.

Cukupi kebutuhan harian Anda dengan mengonsumsi 25 gram serat total untuk perempuan dan 38 gram serat total untuk laki-laki. Beberapa contoh makanan sumber serat terbaik di antaranya:

Buah-buahan: pir, stroberi, alpukat, apel, raspberry, dan pisang
Sayuran dan umbi: wortel, ubi, bit, brokoli, bayam, buncis, dan tomat
Kacang dan biji-bijian: kacang merah, kacang polong, quinoa, gandum, almond, dan biji chia

Jadi, dapat disimpulkan bahwa BAB memang menurunkan berat badan, tapi jumlahnya tidak cukup signifikan jika dibandingkan dengan bobot total tubuh Anda.

Meski demikian, buang air besar yang lancar tetaplah penting agar Anda terhindar dari gangguan pada sistem pencernaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Oh Begitu
Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Kita
[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

Oh Begitu
Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Oh Begitu
Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Kita
Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Kita
Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Fenomena
NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Fenomena
WHO Selidiki Keterkaitan Virus Corona dengan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

WHO Selidiki Keterkaitan Virus Corona dengan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Kapan Seseorang Dikatakan Hipertensi? Kenali Gejalanya

Kapan Seseorang Dikatakan Hipertensi? Kenali Gejalanya

Kita
Apakah Hepatitis Akut Misterius Berpotensi jadi Pandemi Berikutnya?

Apakah Hepatitis Akut Misterius Berpotensi jadi Pandemi Berikutnya?

Oh Begitu
Surabaya Cuaca Terpanas di Indonesia, Berikut Wilayah dengan Suhu Paling Panas

Surabaya Cuaca Terpanas di Indonesia, Berikut Wilayah dengan Suhu Paling Panas

Fenomena
BMKG Ungkap 5 Penyebab Suhu Udara Panas dan Gerah Akhir-akhir Ini

BMKG Ungkap 5 Penyebab Suhu Udara Panas dan Gerah Akhir-akhir Ini

Fenomena
Apa Itu Perilaku Manipulatif dan Ciri-cirinya

Apa Itu Perilaku Manipulatif dan Ciri-cirinya

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.