Terobosan Besar, Terapi Baru Mampu Bunuh Virus HIV yang Tersembunyi

Kompas.com - 08/04/2019, 20:34 WIB

KOMPAS.com – HIV merupakan penyakit yang hingga saat ini belum dapat disembuhkan.

Obat antiretroviral therapy (ART) sekalipun hanya dapat mengontrol infeksinya agar virus ini tidak terdeteksi dalam darah dan tidak menular, sementara virusnya bersembunyi di dalam sel imunitas pasien. Bila ART dihentikan, virus bisa kembali menjadi AIDS, sehingga pasien pun harus mengonsumsi obat seumur hidupnya.

Namun, keadaan tampaknya akan segera berubah. Para peneliti dari University of Pittsburgh University of Pittsburgh Graduate School of Public Health melaporkan dalam EBioMedicine bahwa mereka telah berhasil mengembangkan sebuah imunoterapi baru yang tidak hanya mengeluarkan HIV dari persembunyiannya, tetapi juga membunuhnya secara permanen.

Dijelaskan dalam siaran pers yang dirilis Rabu (3/4/2019); virus HIV dalam fase laten (ketika pasien meminum ART) dengan memasukkan dirinya ke dalam DNA sel imun yang disebut sel T pembantu. Hal ini membuat virus HIV menjadi tersembunyi.

Baca juga: Pertama di Dunia, Pasien HIV Sukses Donorkan Ginjalnya

Namun untuk mengetahui sel T pembantu mana yang menyimpan HIV dan cara mengeluarkannya, para peneliti pun memutar otak. Mereka memutuskan untuk mencari petunjuk dari virus lain yang juga masuk ke fase laten dan menginfeksi 95 persen pasien HIV, yaitu Cytomegalovirus (CMV) yang menyebabkan infeksi mata dan penyakit serius lainnya.

Pada orang yang tidak memiliki HIV, CMV sebetulnya dikontrol oleh sistem imunitas tubuh. Bahkan pada sebagian orang, tubuh mendedikasikan satu di antara lima sel T pembantu untuk menangani virus tersebut.

Penulis studi Charles Rinaldo, PhD, professor and chair of Pitt Public Health’s Department of Infectious Diseases and Microbiology, mengatakan, hal itu membuat kita berpikir – mungkin sel-sel yang spesifik melawan CMV juga menjadi bagian besar dari kolam HIV laten.

“Jadi kami mendesain imunoterapi untuk tidak hanya menarget HIV, tetapi juga mengaktifkan sel pembantu T yang spesifik-CMV,” ujarnya.

Baca juga: Kali Ketiga, Pasien Bebas HIV dengan Transplantasi Sumsum Tulang

Untuk menemukan sel T yang terinfeksi oleh HIV laten, para peneliti mengumpulkan banyak darah dari hampir dua lusin pasien HIV yang mengonsumsi ART.

“(Sel T yang terinfeksi HIV laten) bisa sesedikit satu di antara 10 juta sel, jadi pria-pria ini harus duduk selama empat jam dan terhubung pada mesin yang memproses darah mereka. Pasien-pasien ini juga harus kembali berulang-ulang kali untuk memberi lebih banyak sampel,” ujar penulis pertama studi, Jan Kristoff.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

Oh Begitu
Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Kita
Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Kita
Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Kita
Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Oh Begitu
Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Fenomena
Puncak Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus, Catat Waktu untuk Menyaksikannya

Puncak Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus, Catat Waktu untuk Menyaksikannya

Fenomena
Gunung Ibu Alami Erupsi, Ini Rekomendasinya

Gunung Ibu Alami Erupsi, Ini Rekomendasinya

Oh Begitu
China Deteksi Virus Zoonosis Langya pada 35 Orang, Apa Gejalanya?

China Deteksi Virus Zoonosis Langya pada 35 Orang, Apa Gejalanya?

Oh Begitu
Laba-laba Ternyata Juga Tidur, Studi Ini Buktikan

Laba-laba Ternyata Juga Tidur, Studi Ini Buktikan

Oh Begitu
Kenapa Kulit Badak Tebal?

Kenapa Kulit Badak Tebal?

Oh Begitu
Siklon Tropis Mulan Berpotensi Picu Gelombang Tinggi Hari Ini

Siklon Tropis Mulan Berpotensi Picu Gelombang Tinggi Hari Ini

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.