Kompas.com - 02/04/2019, 17:07 WIB
Ilustrasi vaksin. SHUTTERSTOCKIlustrasi vaksin.

KOMPAS.com – Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek sangat mengapresiasi keberhasilan Sambas menaikkan cakupan imunisasi Measles dan Rubela  (MR) menjadi 100 persen. Menurut dia, hal ini tak terlepas dari komitmen dan ketegasan Bupati Sambas.

“(Saya) sangat mengapresiasinya. Kalau saya ngomong (soal imunisasi MR), tetapi bupatinya atau gubernurnya enggak mau dengar ya susah saya,” ujarnya di sela-sela rapat kerja kesehatan daerah (rakerkesda) kalimantan Barat di Pontianak, Kamis (28/3/2019).

Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Sambas dr Fatah Mariyuani menceritakan bagaimana Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc, turun langsung untuk menyukseskan imunisasi MR di daerahnya.

Dia berkata bahwa pada 2016-2018, cakupan imunisasi MR di Sambas sangatlah rendak, yakni 60 persen, sementara target yang ditetapkan tinggi, yaitu 152.000 yang hampir sama dengan Kota Pontianak.

Baca juga: Tuai Pujian dari Menkes, Ini Cara Singkawang Lawan TBC

“Kami kan merasa berat sekali makanya saya bilang kemustahilan kalau bisa tercapai,” kata Fatah kepada awak media di sela rapat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kesulitan diakibatkan oleh dua hal. Pertama, isu haram atau halalnya vaksin. Kedua adalah keengganan masyarakat Tionghoa untuk ditangani oleh bidan dan perawat. Mereka hanya percaya kepada dokter spesialis.

Namun, Sambas tidak menyerah. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, Dinas Kesehatan Sambas membuat Kelompok Kerja (Pokja) Imunisasi MR dan melibatkan berbagai instansi terkait, seperti dinas sosial. Dokter-dokter spesialis juga ditunjuk menjadi ketua pelaksana.

Pada gelombang pertama yang terjadi pada bulan Agustus 2018, Bupati menginstruksikan para dokter spesialis untuk ikut melaksanakan imunisasi MR di semua sekolah tingkat dasar dan menengah di Sambas agar masyarakat Tionghoa mau divaksin.

Baca juga: Saat Dukun dan Bidan Bermitra untuk Turunkan Angka Kematian Ibu

Lalu sekalipun sempat ada isu bahwa vaksin MR haram karena belum disertifikasi halal, Bupati Sambas yang juga merupakan seorang Ustadz tidak langsung menerimanya.

“Justru beliau menganalisis suatu ajaran ayat dan hadis bahwa suatu kedaruratan itu harus dilaksanakan, walaupun dinyatakan haram. Haram akan menjadi halal kalau darurat. Karena itu Bupati memperbolehkan dan beliau turun langsung ke lapangan langsung dengan membawa Majelis Ulama Indonesia (MUI),” tutur Fatah.

Selain Bupati dan MUI, Dinas Kesehatan Sambas juga melibatkan semua tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan pentingnya imunisasi MR di tempat ibadah masing-masing.

Upaya ini tidak sia-sia. Pada akhir September 2018, Sambas telah melebihi target 95 persen yang ditetapkan dan mencapai cakupan MR 100 persen. Presentase itu setara dengan sekitar 150.000 anak berusia sembilan bulan hingga 15 tahun.

Dengan bangga, Fatah berkata bahwa mereka bahkan sempat diundang ke Papua Barat berkat keberhasilan tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertolongan Pertama yang Benar untuk Pasien Henti Jantung

Pertolongan Pertama yang Benar untuk Pasien Henti Jantung

Oh Begitu
3 Dosis Vaksin Covid-19 Tingkatkan Kekebalan Penerima Transplantasi Organ, Studi Jelaskan

3 Dosis Vaksin Covid-19 Tingkatkan Kekebalan Penerima Transplantasi Organ, Studi Jelaskan

Fenomena
Robot Ini Diluncurkan untuk Selidiki Kehidupan Misterius Laut Dalam

Robot Ini Diluncurkan untuk Selidiki Kehidupan Misterius Laut Dalam

Fenomena
T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

Fenomena
Banyak Anak Usia 0-18 Tahun di Indonesia Tertular Covid-19, Begini Saran IDAI

Banyak Anak Usia 0-18 Tahun di Indonesia Tertular Covid-19, Begini Saran IDAI

Oh Begitu
7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

Oh Begitu
Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Oh Begitu
5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

Kita
7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

Oh Begitu
Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Oh Begitu
Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Oh Begitu
Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Oh Begitu
4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

Kita
Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Oh Begitu
13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X