Kompas.com - 28/03/2019, 10:33 WIB
Foto utuh Stasiun Luar Angkasa Internasional saat berada di orbit bumi di atas Laut Kaspia. Di dalam inilah para awak Ekpedisi 35 berada untuk melakukan penelitian luar angkasa. Foto utuh Stasiun Luar Angkasa Internasional saat berada di orbit bumi di atas Laut Kaspia. Di dalam inilah para awak Ekpedisi 35 berada untuk melakukan penelitian luar angkasa.


KOMPAS.com - Para ilmuwan membuktikan organisme Bumi dapat hidup di lingkungan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Sejumlah organisme berhasil hidup dan selamat di ruang hampa udara dengan radiasi ultraviolet yang intens dan suhu ekstrem selama 533 hari.

Fakta ini memberi isyarat bahwa adanya kehidupan di Mars bukanlah hal yang mustahil.

Seperti kita tahu, selama beberapa dekade Mars telah digadang-gadang menjadi kandidat yang paling mungkin menampung kehidupan.

Namun, penelitian di Mars sejauh ini menemukan bahwa planet itu sangat tidak ramah untuk kehidupan. Beberapa kondisi yang ditemukan di Mars antara lain sangat berdebu, gersang, gravitasi rendah, kadar oksigen rendah, bisa terpapar banyak radiasi karena atmosfernya tipis, lebih dingin, dan kerap muncul badai debu yang membuat Mars gelap gulita.

Baca juga: Tidak Kapok, 3 Astronot Kembali Menuju ISS dengan Roket Soyuz

Sejauh ini para ilmuwan belum mendeteksi adanya kehidupan. Untuk itu mereka mencari lingkungan yang mirip Mars, dan itu adalah ISS.

German Aerospace Center (DLR) memimpin percobaan BIOMEX, di mana organisme seperti bakteri, ganggang, lumut dan jamur terpapar pada kondisi mirip Mars di luar ISS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara teoritis, kita tahu Mars memiliki sejumlah faktor yang mendukung kehidupan mulai dari atmosfer, karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, belerang dan air.

Jadi, organisme yang telah dipilih DLR dibudidayakan di tanah Simian Mars, kemudian ditempatkan di luar ISS, yakni di fasilitas Expose-R2.

Ratusan sampel terlibat dalam eksperimen dan tinggal di lingkungan itu selama 18 bulan sejak 2014 sampai 2016, kemudian dibawa pulang ke Bumi untuk dianalisis.

Hasilnya mengesankan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut Sebut Herd Immunity Susah Terwujud, Epidemiolog: Ini Target Jangka Panjang

Luhut Sebut Herd Immunity Susah Terwujud, Epidemiolog: Ini Target Jangka Panjang

Kita
Ibu Terinfeksi Covid-19, Bolehkah Menyusui Bayinya? Ini Kata Dokter

Ibu Terinfeksi Covid-19, Bolehkah Menyusui Bayinya? Ini Kata Dokter

Kita
Agar Indonesia Cepat Keluar dari Pandemi, Ini yang Harus Dilakukan

Agar Indonesia Cepat Keluar dari Pandemi, Ini yang Harus Dilakukan

Kita
Sudah Disetujui Kemenkes, Ini Syarat Vaksin Covid-19 untuk Ibu Hamil

Sudah Disetujui Kemenkes, Ini Syarat Vaksin Covid-19 untuk Ibu Hamil

Kita
[POPULER SAINS] Kandungan Sodium di Mi Instan | Indonesia Masuki Puncak Covid-19

[POPULER SAINS] Kandungan Sodium di Mi Instan | Indonesia Masuki Puncak Covid-19

Oh Begitu
Orang yang Alami Reaksi Alergi pada Dosis Pertama Vaksin mRNA, Terbukti Mampu Menoleransi Dosis Kedua

Orang yang Alami Reaksi Alergi pada Dosis Pertama Vaksin mRNA, Terbukti Mampu Menoleransi Dosis Kedua

Oh Begitu
Mengenal Apa Itu mRNA pada Vaksin Pfizer dan Moderna

Mengenal Apa Itu mRNA pada Vaksin Pfizer dan Moderna

Oh Begitu
Bintang Unik Ini Meluncur Keluar dari Galaksi Bima Sakti

Bintang Unik Ini Meluncur Keluar dari Galaksi Bima Sakti

Fenomena
CDC Tunjukkan Kekuatan Vaksin Covid-19 Lindungi dari Infeksi Parah

CDC Tunjukkan Kekuatan Vaksin Covid-19 Lindungi dari Infeksi Parah

Oh Begitu
7 Cara Mencegah Hewan Terinfeksi Covid-19 Menurut KLHK

7 Cara Mencegah Hewan Terinfeksi Covid-19 Menurut KLHK

Oh Begitu
3 Vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Ibu Hamil, Jenis dan Efikasinya

3 Vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Ibu Hamil, Jenis dan Efikasinya

Oh Begitu
Bukan Cuma Faktor Umur, Ini Alasan Rambut Memutih dan Beruban

Bukan Cuma Faktor Umur, Ini Alasan Rambut Memutih dan Beruban

Kita
Kandungan Sodium dalam Mi Instan Sangat Tinggi, Kenali Risikonya

Kandungan Sodium dalam Mi Instan Sangat Tinggi, Kenali Risikonya

Oh Begitu
Ilmuwan Ungkap Gejala Brain Fog pada Long Covid Bisa Menurunkan IQ

Ilmuwan Ungkap Gejala Brain Fog pada Long Covid Bisa Menurunkan IQ

Oh Begitu
Luhut Sebut Kasus Covid-19 Turun 50 Persen, Epidemiolog: Indonesia Baru Masuki Titik Puncak Pandemi

Luhut Sebut Kasus Covid-19 Turun 50 Persen, Epidemiolog: Indonesia Baru Masuki Titik Puncak Pandemi

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X