Ikuti Jejak Korsel, China Gunakan Anjing Kloning sebagai Hewan Pelacak

Kompas.com - 21/03/2019, 19:02 WIB
Kunxun, anjing kloning pertama yang dilatih China sebagai hewan pelacak dan bergabung dalam tim kepolisian. Kunxun, anjing kloning pertama yang dilatih China sebagai hewan pelacak dan bergabung dalam tim kepolisian.


KOMPAS.com - China terkenal dengan teknologi kloning hewan yang bertujuan untuk komersial. Kini mereka tengah melatih anjing kloning yang baru saja lahir untuk dijadikan hewan pelacak.

Memakai anjing klonik sebagai hewan pelacak dirasa China menjadi jalan pintas untuk mendapat hewan tangguh dan biaya lebih murah.

Tak tanggung-tanggung, genetik yang diambil untuk dikloning adalah salah satu anjing paling tangguh dalam pasukan kepolisian China yang punya julukan Sherlock Holmes-nya para anjing polisi.

Anjing legendaris itu tak lain adalah anjing bernama Huahuangma yang merupakan jenis Kunming wolfdog. Menurut catatan kepolisian China, Huahungma memiliki banyak prestasi.

Salah satunya menemukan bukti penting berupa kunci hotel yang akhirnya menetapkan seorang pria dalam kasus pembunuhan 2016.

Baca juga: Ingin Hidupkan Mammoth, Rusia Buat Fasilitas Kloning ala Jurassic Park

Hasil kloning pertama Huahuangma adalah anjing bernama Kunxun. Saat ini usianya baru dua bulan dan tengah menjalani program pelatihan di Pangkalan Anjing Polisi Kunming, provinsi Yunnan, China.

Menurut Wan Jiusheng, analis proyek pangkalan anjing, Kunxun termasuk cepat beradaptasi dengan lingkungan di Kunming.

"Dia ramah terhadap manusia, mudah bergaul, dan selalu waspada. Kunxun juga tidak takut pada kegelapan atau lingkungan asing. Dia memiliki penciuman yang kuat dan dengan cepat menemukan makanan tersembunyi," kata Wan.

Kepolisian China berharap dapat mengkloning lebih banyak anjing untuk dijadikan hewan pelacak. Kepolisian China berharap dapat mengkloning lebih banyak anjing untuk dijadikan hewan pelacak.

Proyek ini dilakukan oleh Universitas Pertanian Yunnan dan bekerja sama dengan Sinogene, sebuah perusahaan yang berbasis di Beijing dan spesialis mengkloning hewan untuk kebutuhan komersial.

Proses kloning Kunxun

Sebelum Kunxun lahir, materi genetik Huahuangma diekstraksi dan dikirim ke laborattorium di Beijing, China.

Embrio kemudian direkayasa dengan telur dari anjing lain dan ditanam ke induk pengganti.

"Induk penggantinya adalah anjing beagle yang lembut. Untuk mencegah komplikasi dan  meningkatkan kualitas hidup, kami melakukan operasi caesar," terang teknisi proek Sinogene, Liu Xiaojuan.

Melansir South China Morning Post, Selasa (19/3/2019), anjing beagle adalah ras standar yang digunakan untuk eksperimen kloning dan harus merogoh biaya sebesar 380 ribu yuan atau setara Rp 791 juta untuk setiap anjing hasil kloning.

Sementara untuk melatih anjing polisi selama lima tahun, biaya yang dihabiskan sekitar 500 ribu yuan atau setara Rp 1 miliar.

Pihak kepolisian China mengaku butuh waktu lama untuk mendapat anjing pelacak seperti Huahuangma, ibaratnya satu banding seribu.

Sebab itu, perusahaan Sinogene berpendapat bahwa kloning adalah satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mendapat anjing secerdas Huahuangma dengan biaya lebih murah.

Sinogene berencana akan melanjutkan  program kloning anjing pelacak bila Kunxun berhasil dilatih menyerupai Huahuangma. China membayangkan akan memiliki pasukan anjing polisi yang tangguh.

"Saat ini kloning anjing polisi masih dalam tahap percobaan. Kami berharap dalam 10 tahun ke depan, saat teknologi semakin canggih, kita dapat mengkloning anjing yang luar biasa," kata Wan.

Saat Kunxun nanti berusia enam bulan, dia akan masuk "universitas" dan mendapat pelatihan khusus tentang pelacakan, deteksi obat, keamanan, dan mendeteksi bukti.

Baca juga: Mengenal Seluk Beluk Kloning Anjing Lewat Barbra Streisand

Korea Selatan adalah negara pertama yang menggunakan anjing kloning pertama untuk dijadikan anjing pelacak pada 2007.

Kloning hewan menjadi semakin lazim di China untuk penelitian dan penggunaan komersial.

Belum lama ini, China mengkloning lima monyet untuk menguji pengobatan penyakit mental.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X