Perubahan Iklim Jadi Ancaman Besar Bagi Habitat Beruang Kutub

Kompas.com - 12/03/2019, 17:35 WIB
Beruang Kutub Kelaparan livescienceBeruang Kutub Kelaparan

KOMPAS.com - Hari Rabu 27 Febuari lalu merupakan Hari Beruang Kutub Dunia, suatu kesempatan tahunan bagi para pelestari lingkungan hidup untuk menjelaskan status satwa paling buas dan terbesar dari keluarga beruang itu.

Sebagaimana dilaporkan oleh jurnalis VOA, Kevin Enoch, perubahan iklim mengancam habitat beruang kutub dan kelestarian spesies itu di alam bebas.

Ada sekitar 30 beruang kutub di sejumlah kebun binatang Jerman, dan kurang dari 100 ekor berada di beberapa kebun binatang Amerika Serikat.

Tetapi sebagian besar beruang kutub berada di hutan belantara.

Baca juga: Darurat, Invasi 50 Beruang Kutub Memasuki Rusia

Seorang kurator beruang kutub, Florian Sicks mengemukakan, "Diperkirakan sekitar 25.000 beruang kutub masih berada di lingkungan habitatnya dan jumlah itu tidak banyak. Sekarang ini, beruang kutub kian terancam punah."

"Ancaman itu bukan hanya perubahan iklim yang terjadi di mana-mana, yang tentu saja bisa menjurus pada melenyapnya sumber dasar kehidupan beruang kutub, yaitu es itu sendiri,” imbuhnya.

Es di Lautan Arktik (Kutub Utara) berkurang dan mencair – menurut beberapa laporan berkisar 10 persen per dekade.

Tanpa es, beruang tidak dapat berburu anjing laut yang menjadi makanan utamanya.

" Beruang kutub datang ke Novaya Zemlya karena di tempat itu banyak sampah karena orang membuang sampah yang bisa dimakan di sana. Kata orang banyak sisa-sisa ikan yang dibuang, dan itu menarik beruang kutub," kata Perwakilan WWF Rusia, Mikhail Stishov.

Sementara jumlah beruang kutub meningkat di beberapa tempat, di tempat-tempat lainnya berkurang sekitar 40 persen.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Oh Begitu
Studi: Virus Mencuri Kode Genetis Manusia, Ciptakan Gen Campuran Baru

Studi: Virus Mencuri Kode Genetis Manusia, Ciptakan Gen Campuran Baru

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X