Kompas.com - 03/03/2019, 19:02 WIB
Macan tutul Formosa asli Taiwan adalah subspesies dari macan tutul yang banyak ditemukan di China dan Asia Tenggara (seperti foto di atas). Macan tutul Formosa asli Taiwan adalah subspesies dari macan tutul yang banyak ditemukan di China dan Asia Tenggara (seperti foto di atas).

KOMPAS.com - Tak lagi terlihat penampakannya sejak 1983, macan tutul yang endemik di Taiwan dinyatakan punah pada 2013. Namun keajaiban muncul belum lama ini, beberapa orang mengaku telah melihatnya dalam keadaan sehat.

Adalah macan dahan Formosa (Neofelis nebulosa brachyura), subspesies macan dahan paling endemik di pulau utama Taiwan.

Taiwan News pada Senin (25/2/2019) melaporkan, para sarjana Taiwan enggan menghapus spesies ini dari status terancam punah mengingat penampakannya hanya terjadi sesekali.

Misalnya belum lama ini sekelompok penduduk desa mengaku melihat mamalia buas itu dua kali dalam 2018 di kesempatan berbeda.

Baca juga: 50 Tahun Jadi Misteri, Belut Macan Tutul Berhasil Dideskripsikan

Ilustrasi Neofelis nebulosa brachyura atau macan tutul formosa asli Taiwan. Gambar ini diilustrasikan oleh Joseph Wolf dan diterbitkan dalam Proceedings of the Zoological Society of London tahun 1862. Ilustrasi Neofelis nebulosa brachyura atau macan tutul formosa asli Taiwan. Gambar ini diilustrasikan oleh Joseph Wolf dan diterbitkan dalam Proceedings of the Zoological Society of London tahun 1862.

Ada penjaga hutan yang mengaku melihat lebih dari satu macan mengejar kambing di tebing Daren Township, kota Taitung. Sementara penjaga hutan yang lain mengaku melihat satu macan tutul berada di dekat skuternya sebelum berlari ke atas pohon.

Presiden Asosiasi Komunitas Austronesia sekaligus kepala desa dari suku bangsa Paiwan, Kao Cheng-chi, mengkonfirmasi bahwa penjaga hutan segera melakukan patroli di sekitar desa Alangyi Juni lalu setelah ada laporan tersebut.

Untuk diketahui, macan tutul telah menjadi simbol indikator konservasi Taiwan dan merupakan roh suci bagi suku Paiwan.

Kepala desa mengungkap, pihaknya telah mengadakan pertemuan desa untuk membahas kemunculan macan tutul dan mencari cara agar tidak ada upaya perburuan liar dari orang luar.

Pada Januari 2019, Biro Kehutanan Taiwan mengeluarkan pengumuman terbaru tentang Satwa Liar yang Dilindungi, dan macan tutul Formosa masih terdaftar di kategori pertama.

Chao Ren-fang, profesor dari Institut Biologi di Universitas I-Shou yang terlibat dalam tinjauan daftar konservasi mengatakan, bila macan tutul Formosa dihapus dari daftar hewan dilindungi maka akan menjadi peristiwa besar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Manfaat Kesehatan dari Puasa Menurut Sains

8 Manfaat Kesehatan dari Puasa Menurut Sains

Kita
Mundur dari ISS, Rusia Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Mundur dari ISS, Rusia Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Oh Begitu
Keganasan Bisa Ular Bervariasi, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Keganasan Bisa Ular Bervariasi, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Fenomena
Tapir Betina Masuk ke Kolam Ikan di Pekanbaru, Hewan Apa Itu?

Tapir Betina Masuk ke Kolam Ikan di Pekanbaru, Hewan Apa Itu?

Fenomena
Kopi Liar bisa Lindungi Masa Depan Minuman Kopi dari Perubahan Iklim

Kopi Liar bisa Lindungi Masa Depan Minuman Kopi dari Perubahan Iklim

Fenomena
Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter dari Aceh hingga Papua

Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter dari Aceh hingga Papua

Oh Begitu
63 Gempa Guncang Samosir Sejak Januari 2021, BMKG Pastikan Gempa Swarm

63 Gempa Guncang Samosir Sejak Januari 2021, BMKG Pastikan Gempa Swarm

Fenomena
Meneladani Kartini, Para Peneliti Perempuan Berjuang untuk Kemajuan Riset di Indonesia

Meneladani Kartini, Para Peneliti Perempuan Berjuang untuk Kemajuan Riset di Indonesia

Oh Begitu
Perbedaan Porang, Iles-iles, Suweg, dan Walur, dari Ciri hingga Manfaatnya

Perbedaan Porang, Iles-iles, Suweg, dan Walur, dari Ciri hingga Manfaatnya

Oh Begitu
Jadi Penyebab Wafatnya Kartini, Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Tinggi

Jadi Penyebab Wafatnya Kartini, Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Tinggi

Oh Begitu
Polemik Usai Terbitnya Buku Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Polemik Usai Terbitnya Buku Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Oh Begitu
Cita-cita Kartini yang Tercapai Usai Kepergiannya

Cita-cita Kartini yang Tercapai Usai Kepergiannya

Kita
Korban Bencana NTT Dapat Bantuan Sebungkus Mi Instan dan 1 Butir Telur, Ahli Gizi Rekomendasikan 3 Makanan Bergizi

Korban Bencana NTT Dapat Bantuan Sebungkus Mi Instan dan 1 Butir Telur, Ahli Gizi Rekomendasikan 3 Makanan Bergizi

Oh Begitu
Asal-usul Nama Jepara, Berasal dari Kata Ujungpara hingga Jumpara

Asal-usul Nama Jepara, Berasal dari Kata Ujungpara hingga Jumpara

Oh Begitu
Kisah Sitisoemandari Soeroto, Korbankan 4 Tahun Tuliskan Biografi Kartini

Kisah Sitisoemandari Soeroto, Korbankan 4 Tahun Tuliskan Biografi Kartini

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X