Selidiki Asal Mula Kehidupan, NASA Buat “Lautan Purba” di Laboratorium

Kompas.com - 27/02/2019, 17:06 WIB
Enceladus, bulan Saturnus, yang berpotensi untuk ditinggali makhluk hidup.AFP Enceladus, bulan Saturnus, yang berpotensi untuk ditinggali makhluk hidup.

KOMPAS.com – Para ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat ( NASA) telah berhasil merekayasa bagaimana bahan-bahan kehidupan bisa terbentuk di ventilasi hidrotermal dasar laut sekitar 4 miliar tahun yang lalu.

Mereka melakukan hal ini untuk menyelidiki asal mula kehidupan di bumi, dan kemungkinan terjadinya hal yang sama di planet lain.

Dijelaskan dalam siaran pers NASA, ventilasi hidrotermal yang ditemukan di sekitar patahan dasar laut adalah tempat di mana cerobong alami terbentuk untuk melepaskan cairan dari bawah kerak bumi. Ketika bertemu dengan air laut, ventilasi hidrotermal menciptakan lingkungan yang terus-menerus bergejolak, dan mendorong kehidupan untuk berevolusi dan berubah.

Hal yang sama diduga dapat terjadi di planet lain yang jauh dari panas matahari.

Baca juga: Tabrakan Kuno 4,4 Miliar Tahun Lalu Bikin Bumi Punya Kehidupan

Dipimpin oleh pakar astrobiologi Laurie Barge, tim peneliti di Jet Propulsion Laboratory milik NASA mencoba untuk membuat dasar laut mini dengan memasukkan campuran yang menyerupai lautan purba bumi ke dalam gelas beker. Campuran tersebut terdiri dari air, berbagai mineral dan molekul piruvat, serta amonia.

Para peneliti kemudian mengatur tingkat keasamannya dan memanaskannya hingga 70 derajat celcius agar menyerupai lautan purba. Mereka juga mengeluarkan oksigen dari campuran karena bumi yang dulu memiliki sedikit oksigen di dalam lautannya. Terakhir, para peneliti menyuntikkan mineral ferum hidroksida atau green rust yang dulu melimpah di bumi.

Video terbentuknya ventilasi hidrotermal di laboratorium NASA. © NASA/JPL-Caltech/Flores

Ketika bereaksi, campuran ini menghasilkan asam amino alanina dan asam alfa hidroksi laktat. Menurut teori, kedua zat tersebut dapat dikombinasikan untuk membentuk molekul organik kompleks yang kemudian menjadi kehidupan.

Baca juga: Teka-teki Kehidupan di Mars, Air Asinnya Ditemukan Mengandung Oksigen

Terkait keberhasilan ini, Barge mengatakan, kami telah menunjukkan bahwa dalam kondisi geologis yang mirip dengan Bumi awal, dan mungkin dengan planet lain, kami dapat membentuk asam amino dan asam alfa hidroksi dari sebuah reaksi sederhana dalam kondisi biasa yang mungkin terjadi di dasar laut.

“Kami belum memiliki bukti konkrit adanya kehidupan di planet lain. Namun, mengetahui kondisi yang dibutuhkan oleh asal muasal kehidupan bisa mempersempit kandidat tempat yang kita duga memiliki kehidupan,” imbuhnya lai.

Ke depannya, Barge dan timnya akan terus mempelajari reaksi ini untuk mencari lebih banyak bahan kehidupan dan membuat molekul yang lebih kompleks.




Close Ads X