Robot Curiosity di Mars Mendadak Masuk "Safe Mode" Tanpa Alasan Jelas

Kompas.com - 26/02/2019, 20:34 WIB
Foto selfie yang diambil Curiosity di punggung bukit Vera Rubin.NASA/JPL-Caltech/MSSS Foto selfie yang diambil Curiosity di punggung bukit Vera Rubin.

KOMPAS.com - Apa yang Anda lakukan juka perangkat elektronik Anda mendadak tidak berfungsi sebagaimana mestinya? Mungkin Anda akan segera memperbaikinya.

Namun, bagaimana jika perangkat tersebut berjarak 53,1 juta km dari Anda? Inilah yang terjadi pada robot penjelajah Mars milik Badan Antariksa AS ( NASA), Curiosity.

Curiosty mendadak masuk pada "safe mode" tanggal 15 Februari 2019 lalu. Padahal, mode ini biasanya terjadi jika ada kesalahan.

"Kami masih belum yakin penyebab pastinya dan sedang mengumpulkan data yang relevan untuk dianalisis," ungkap Steven Lee, wakil manajer Curiosity dikutip dari Futurism, Minggu (24/02/2019).

Baca juga: Robot Curiosity Temukan Benda Berkilau di Permukaan Mars

"Robot penjelajah itu mngalami reset komputer satu kali tetapi telah beroperasi sacara normal sejak itu, yang merupakan pertanda baik," sambungnya.

Melansir dari BGR, Senin (25/02/2019), Lee juga menyebut bahwa timnya sedang berusaha mengambil gambaran dari memori Curiosity untuk memahami yang terjadi.

Hal itu akan menjadi rekonstruksi forensik yang terjadi selama "cegukan" Curiosity.

Sejak 19 Februari lalu, Curiosity telah mengirim dan menerima berbagai kumpulan data teknis yang akan membantu penyelidikan tim.

Hingga masalah asli dari "cegukan" ini ditemukan, Lee mangatakan bahwa operasi sains Curiosity dihentikan sementara.

"Dalam jangka pendek, kami membatasi perintah kepada robot pejelajah untuk meminimalkan perubahan pada memorinya," kata Lee dikutip dari Newsweek, Senin (25/02/2019).

"Kami tidak ingin memusnahkan bukti apapun yang mungkin menyebabkan reset komputer. Akibatnya, kami berharap operasi sains akan ditangguhkan untuk waktu singkat," sambungnya.

Curiosity sendiri adalah robot penjelajah Planet Merah yang mendarat pada Agustus 2012. Robot penjelajah ini telah menaiki lereng Gunung Sharp sejak 2014.

Gunung dengan ketinggian 18.000 kaki tersebut memiliki kawah yang dinamai Gale. Salah satu tujuan miri Curiosity adalah menyelidiki apakah di area tersebut menyediakan kondisi lingkungan yang tepat untuk mendukung kehidupan mikroba.

Robot penjelajah ini sekarang sedang menjelajahi kawah yang dikenal sebagai "Glen Torridon" di mana NASA melihat banyak mineral tanah liat.

Baca juga: Robot Curiosity Kirim Foto Selfie dari Mars

Sebelum masuk ke "safe mode", Curiosity mengirim sejumlah gambar daerah itu sambil mencari situs bor potensial.

"Tim sains ingin sekali mengebor sampel pertama kami dari lokasi yang menakjubkan ini," kata Ashwin Vasavada, ilmuwan proyek Curiosity.

"Kami belum memahami bagaimana wilayah ini cocok dengan keseluruhan sejarah Gunung Sharp, jadi gambar terbaru kami memberikan banyak hal untuk dipikirkan," imbuhnya.




Close Ads X