Kompas.com - 26/02/2019, 19:33 WIB
He Jiankui Wikimedia CommonsHe Jiankui

KOMPAS.com – Ketika peneliti China, He Jiankui, mengedit gen bayi kembar Lulu dan Nana; dia mengaku hanya ingin membuat mereka terbebas dari HIV.

Namun, pakar neurobiologi dari University of California, Los Angeles, Alcino J Silva, berkata bahwa He mungkin juga telah meningkatkan kemampuan otak kedua bayi tersebut.

Pasalnya untuk membuat Lulu dan Nana kebal HIV, He mematikan gen CCR5 yang membuat HIV bisa menginfeksi sel manusia.

Nah, beberapa studi yang dilaksanakan oleh Silva dan kolega menunjukkan bahwa mengubah gen CCR5 dapat mempengaruhi kemampuan kognisi seseorang.

Baca juga: Lagi, Bayi China yang Diubah Gennya akan Lahir dalam 6 Bulan

Studi pada 2016, misalnya, menemukan bahwa penghilangan CCR5 membuat tikus menjadi lebih pintar. Lalu, studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal Cell pada Kamis (21/2/2019) juga  menemukan bahwa mematikan CCR5 dapat mempercepat pemulihan otak manusia dari stroke dan dapat dikaitkan dengan performa akademik yang lebih baik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilansir dari MIT Technology Review, Silva yang terlibat dalam beberapa studi mengenai CCR5 berkata bahwa tindakan He sudah pasti mempengaruhi otak Lulu dan Nana.

“Interpretasi yang paling sederhananya, mutasi tersebut kemungkinan akan mempengaruhi fungsi kognitif bayi kembar,” ujarnya.

Akan tetapi, Silva juga berkata bahwa dia tidak tahu pasti bagaimana efeknya pada otak Lulu dan Nana.

Baca juga: Kontroversi Ilmuwan China Ubah Gen Bayi Kembar, Ini Tanggapan Ahli

Dia mengatakan, mungkinkah pada suatu saat nanti kita akan bisa meningkatkan IQ rata-rata populasi? Aku tidak akan menjadi ilmuwan jika menjawab tidak. Studi pada tikus juga menjawab demikian.

“Namun, tikus bukan manusia. Kami tidak tahu apa konsekuensinya bila mengutak-atik (CCR5). Kami belum siap,” lanjutnya.

Sementara itu, He sendiri mengaku telah mengetahui potensi terhadap otak Lulu dan Nana yang mungkin terjadi akibat tindakannya . Dalam sebuah pertemuan yang dilaksanakan di Hongkong pada tahun lalu, He berkata bahwa dia pernah membaca studi yang dilaksanakan oleh Silva dan kolega.

“Aku membaca laporan itu, masih butuh verifikasi independen,” jawabnya singkat.

Belakangan ketika ditanya kembali dalam sesi tanya jawab, He menambahkan: “Saya sangat anti menggunakan modifikasi gen untuk peningkatan.”

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.