Mimpi Ilmuwan Bikin Stasiun Ruang Angkasa di Dalam Asteroid Raksasa

Kompas.com - 12/02/2019, 19:03 WIB
Ilustrasi asteroid Ilustrasi asteroid

KOMPAS.com - Para astrofisikawan dari Universitas Vienna berencana mendirikan stasiun luar angkasa di dalam asteroid raksasa.

Mereka yakin, putaran asteroid dapat menciptakan gravitasi yang cukup menopang peralatan penambangan. Hal ini nantinya akan membantu kita memanfaatkan mineral dan endapan di dalamnya.

Selain itu, para peneliti percaya bahwa asteroid akan menjadi benteng pelindung stasiun luar angkasa dari bahaya antariksa, misalnya radiasi sinar kosmik.

Melansir Science Alert, Sabtu (9/2/2019), para ahli telah membuat beberapa rancangan model gravitasi asteroid yang berukuran 500 kali 390 meter.

Baca juga: Dibanding Sebelumnya, Bumi Lebih Sering Dihantam Asteroid Besar

"Beban yang dihasilkan dari gaya sentrifugal membuat stasiun ruang angkasa di dalam asteroid layak untuk beroperasi," tulis ahli dalam laporan yang terbit di arXiv.org.

Karena menjadikan asteroid sebagai rumah stasiun ruang angkasa, bahan yang dipilih untuk membangun stasiun tak boleh sembarangan dan ahli harus menemukan asteroid kuat terlebih dahulu.

Dimensi asteroid pada model yang dibuat ahli cocok dengan batuan luar angkasa yang telah diamati sebelumnya, yakni 3757 Anagolay, 99942 Apophis, dan 3361 Orpehus.

Sayangnya komposisi asteroid tersebut belum banyak digali dan diketahui.

Meski masih terlalu awal jika mulai menambang asteroid sekarang, tapi beberapa peneliti menyimpulkan bahwa cara tersebut mungkin bisa dilakukan. Misalnya, menggunakan silinder logam untuk menampung habitat dan peralatan pertambangan.

"Jika menemukan asteroid yang cukup stabil, kita mungkin tidak perlu dinding aluminium lagi seperti stasiun luar angkasa saat ini. Kita bisa menggunakan keseluruhan asteroid sebagai ruangan," kata Thomas Maindl, astrofisikawan yang terlibat dalam studi.

Menurut Maindl dan koleganya, mereka membutuhkan asteroid dengan batuan padat dan gravitasi 38 persen untuk menjaga stasiun ruang angkasa tetap stabil di tempatnya juga untuk mencegah peralatan mengambang ke antariksa.

Dan untuk menghasilkan gaya sentrifugal yang cukup, asteroid perlu berputar antara satu hingga tiga kali dalam satu menit.

Butuh persiapan panjang sebelum mimpi itu menjadi nyata.

Baca juga: Sabuk Asteroid ke Jupiter, 4 Tambang Baru yang Diincar Manusia

Setidaknya ahli perlu mengetahui  apakah asteroid cukup aman dan tidak mudah terbelah. Penambangan di asteroid pun bukan hal yang mudah, ada kemungkinan batuan antarbintang dan objek dekat bintang lainnya mengharuskan kita untuk mengandalkan sumber daya yang tidak sedikit.

Bagaimana pun juga, asteroid harus diperhatikan dengan hati-hati, misalnya ketika rotasi melambat atau batu tersebut akan hancur.

"Garis batas antara sains dan fiksi ilmiah sangat kabur di penelitian ini. Menurut saya, setidaknya kita membutuhkan waktu 20 tahun untuk mulai melakukan penambangan di asteroid. Dan membangun stasiun luar angkasa pun akan mengikutinya seiring berjalan waktu," tutup Maindl.




Close Ads X