Kisah di Balik Penamaan Robot Penjelajah Mars Terbaru Milik ESA

Kompas.com - 09/02/2019, 20:02 WIB
Ilustrasi rover Rosalind Franklin di Mars. Ilustrasi rover Rosalind Franklin di Mars.


KOMPAS.com - Pada 2021 nanti, Rosalind Franklin akan mendarat di Mars untuk mencari bahan kimia yang bisa menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Rosalind Franklin tentu saja bukan manusia. Ini adalah nama robot penjelajah Mars milik Badan Antariksa Eropa ( ESA) yang baru.

Nama ini dipilih untuk menghormati seorang ahli kimia Inggris yang berkontribusi pada penemuan struktur double heliks DNA. Sayangnya ia tidak pernah melihat dan mendengar langsung pengakuan atas jerih payahnya selama masih hidup.

Rosalind Franklin adalah salah satu dari 36.000 saran yang dikumpulkan di fasilitas Airbus Stevenage, Inggris, tempat rover dirakit.

Baca juga: Rekaman Robot InSight: Begini Suara Angin di Planet Mars

" Rover Rosalind Franklin akan mengintai permukaan Mars yang dilengkapi alat lebih canggih dan sebuah laboratorium otomatis di Mars," kata astronot ESA Tim Peake dalam sebuah pernyataan.

Melansir Live Science, Kamis (7/2/2019), Franklin meninggal karena kanker ovarium pada 1958 di usia 37 tahun.

Empat tahun kemudian, tepatnya 1962, kolega penelitiannya yakni Watson, Crick, dan Wilkins, menerima penghargaan Nobel untuk penemuan DNA double heliks.

"Namanya mengingatkan kita bahwa ada gen manusia untuk dieksplorasi. Sains ada di dalam DNA kita dan semua yang kami lakukan di ESA," kata direktur jenderal Jan Woerner.

"Rosalind si robot penjelajah menangkap semangat itu dan bakal membawa kita mengeksplorasi ruang angkasa," sambungnya.

Baca juga: Demi Kenikmatan, Pemerintah Georgia Bakal Bikin Wine di Mars

Nantinya rovel Rosalind Franklin akan bergabung dengan pesawat ruang angkasa lain yang dikerahkan di Planet Merah.

Pada 2016, ExoMars Trace Gas Orbites (TGO) berhasil memasuki orbit di sekitar Mars.
Rosalin akan bergabung dengan misi ExoMars dan mengirimkan data ke Bumi melalui TGO.

 




Close Ads X