Bukan Hanya Jambu Biji, 10 Tanaman Ini Juga Bisa Jadi "Obat" DBD

Kompas.com - 01/02/2019, 20:33 WIB
Bibit lamtoro, tanaman pelindung yang ditanam untuk melindungi tanaman kopi memiliki banyak manfaat. Selain menghasilkan kopi yang lebih baik juga bisa untuk pakan ternak.KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Bibit lamtoro, tanaman pelindung yang ditanam untuk melindungi tanaman kopi memiliki banyak manfaat. Selain menghasilkan kopi yang lebih baik juga bisa untuk pakan ternak.

KOMPAS.com - Demam berdarah dengue ( DBD) manjadi perbincangan hangat beberapa hari belakangan. Apalagi kasus DBD terus meningkat.

Seiring peningkatan kasus DBD, makanan alternatif untuk mengatasi penyakit ini juga terus meningkat. Salah satu yang paling dicari adalah jus jambu biji.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di Journal of Natural Medicine tahun 2013, kandungan dalam jambu biji terbukti bisa mengatasi DBD.

Namun, tahukah Anda, ada berbagai jenis tanaman pangan lain yang juga mujarab melawabn DBD? Uniknya, tanaman-tanaman ini telah lama diketahui sebagai bahan jamu dan mudah ditemui di sekitar kita.

Baca juga: Banyak Diburu, Bagaimana Jus Jambu Bisa Bantu Atasi DBD?

Berikut beberapa tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai "obat" DBD menurut penelitian dari Malaysia tersebut.

1. Sambiloto (Andrographis paniculata)

Sambiloto/ wikipediaSambiloto/ wikipedia Sambiloto/ wikipedia

Sambiloto telah lama dikenal sebagai salah satu bahan jamu dalam kebudayaan Indonesia, teruatam Jawa. Tanaman ini dikenal karena rasanya yang sangat pahit.

"Ekstrak metanol A.paniculata menunjukkan efek penghambatan antivirus tertinggi pada DENV-1 (salah satu serotipe virus dengue) oleh uji antivirus berdasarkan efek sitopatik," tulis para peneliti.

2. Pepaya (Carica papaya)

Buah pepayahealthyfoodstar.com Buah pepaya

Pepaya adalah salah satu buah yang mudah ditemui di Indonesia. Buah ini bahkan bisa dicari di segala musim.

Dalam penelitian tersebut, bagian tanaman pepaya yang dimanfaatkan sebagai obat adalah daunnya.

"Daun (pepaya) telah diselidiki potensinya terhadap DBD," tulis para peneliti.


Page:

Close Ads X