Menu Makanan Baru, Singa Gurun Terekam Santap Hewan Laut

Kompas.com - 30/01/2019, 20:32 WIB
Singa gurun di pantai Namibia terkam anjing laut berbulu sebagai menu favorit. Singa gurun di pantai Namibia terkam anjing laut berbulu sebagai menu favorit.


KOMPAS.com - Seekor singa yang hidup di sepanjang pantai Namibia, Afrika - garis pantai paling tandus hingga dijuluki Gerbang Neraka oleh pelaut Portugis - terekam menyantap makanan yang berasal dari laut.

Laporan yang dimuat di Namibian Journal of Environment, menggambarkan bagaimana singa gurun yang hidup di Taman Nasional Skeleton Coast itu melakukan adaptasi berburu sehingga bisa menerkam hewan laut.

Hewan laut yang mereka santap antara lain anjing laut, flamingo, dan burung laut  kormoran.

Baca juga: Demi Selamatkan Populasi Ikan Trout, 4 Singa Laut Terpaksa Dibunuh

Studi mencatat, selama 18 bulan sejak 2017 sampai 2018, 86 persen makanan yang dipilih singa Namibia adalah santapan laut, termasuk dua flamingo berukuran besar, 60 burung kormoran, dan 18 anjing laut.

Tak hanya menyantap makanan berukuran besar, para ahli kerap menemukan para singa bergerombol di sekitar zona intertidal pantai Namibia. Zona intertidal adalah daerah yang berada di atas air saat pasang surut dan di bawah air saat pasang naik.

Belum ada yang dapat memastikan atau merekam mereka sedang mendiskusikan apa. Dugaan sementara, mereka sedang mengemil kerang, kepiting, atau penyu.

Namun semuanya tetap menjadi asumsi sampai bukti fisik didapat.

Dari letak geografisnya, sudut barat laut Namibia itu bukan tempat yang mudah ditinggali hewan sekelas singa.

Selain iklimnya yang sangat kering, singa Namibia juga harus melakukan persaingan ketat dengan petani, dan merasakan kehilangan habitat.

Melansir IFL Science, Selasa (29/1/2019), populasi singa di Namibia sempat hancur pada 1980-an. Beruntung, pada 2002 mereka kembali tumbuh dan berkembang biak.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Oh Begitu
Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Fenomena
Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Fenomena
Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Fenomena
Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Fenomena
Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Oh Begitu
Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Fenomena
Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Fenomena
Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Oh Begitu
Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Fenomena
Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Fenomena
Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X