Ribuan Ikan Mati Massal di Australia, Gurame Justru Bertahan

Kompas.com - 30/01/2019, 15:16 WIB
Salah satu ikan gurame yang selamat dari kematian massal di Australia Salah satu ikan gurame yang selamat dari kematian massal di Australia

KOMPAS.com - Hampir 1 juta ekor ikan air tawar mati massal di sungai Darling River di Australia beberapa waktu terakhir. Namun, jenis ikan gurame justru mampu bertahan dan selamat.

Tapi hal ini bukannya disambut gembira. Pasalnya, orang Australia menganggap ikan gurame sebagai hama yang merusak ekosistem ikan asli.

Kemampuan ikan gurame bertahan dari kematian massal ikan air tawar di sungai yang terletak di Kota Menindee saat ini justru menimbulkan kekhawatiran baru.

Gurame bahkan menjadi pembahasan politik pada tahun 2015 ketika Wakil Perdana Menteri Barnaby Joyce saat itu menjulukinya sebagai "pemakan lumpur menjijikkan". Dia menyerukan perlunya pemusnahan gurame.

Baca juga: Ahli Temukan Fosil Langka, Ikan Pemakan Bangkai Beserta Lendirnya

Sayangnya, baik kematian massal maupun upaya-upaya para politisi tidaklah mampu mengurangi jumlah populasi gurame di Darling River.

Menurut badan National Carp Control Plan (NCCP), spesies ikan asli mengalami kematian massal akibat menjamurnya ganggang yang menyedor oksigen dari air.

Namun, diperkirakan tidak banyak spesies gurame yang jadi korban.

"Mereka ini hama yang sangat berhasil, lebih tahan daripada kebanyakan spesies ikan asli," kata Koordinator NCCP Jamie Allnutt.

Ikan gurame, katanya, mampu bertahan hidup pada suhu ekstrem, kualitas air buruk, serta lingkungan dengan oksigen rendah.

Beberapa kali ikan-ikan gurame ini bahkan terlihat muncul ke permukaan sungai untuk menghirup udara.

Menurut Travis Casey, nelayan di daerah Broken Hill, hama ikan gurame selama ini dikendalikan oleh predator alami, yaitu ikan kod.

Kematian ikan kod serta jenis ikan lainnya di perairan Darling River akan menyebabkan spesies gurame yang invasif mendominasi sungai setempat.

Halaman:



Close Ads X