Kompas.com - 22/01/2019, 18:36 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com – Tahukah Anda bahwa pola makan ternyata tidak hanya memengaruhi kesehatan diri, tetapi juga bumi? Berangkat dari konsep itulah, sebuah pola makan baru yang sehat dan ramah lingkungan diperkenalkan.

Dipublikasikan secara online melalui jurnal The Lancet pada Rabu (16/1/2019), pola makan yang disebut Diet Kesehatan Planet ini adalah sebuah strategi yang dapat diterapkan untuk makan lebih sehat dan mengurangi makanan tidak sehat yang telah dikaitkan dengan perubahan iklim, polusi, dan kerusakan lingkungan.

Pada intinya, diet ini menganjurkan Anda untuk makan lebih banyak sayur, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan dan lemak tidak jenuh.

Lalu, Anda diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan laut dan unggas secukupnya; sambil meminimalisir daging merah, daging yang diproses, gula tambahan, biji-bijian yang sudah digiling dan sayuran yang mengandung pati tinggi, seperti kentang.

Baca juga: Mana yang Lebih Baik, Diet Rendah Karbohidrat atau Rendah Lemak?

Maksimalnya, satu orang dewasa diperbolehkan mengonsumsi satu hamburger dan dua porsi ikan dalam seminggu. Anda juga boleh mengonsumsi satu gelas susu atau sedikit produk susu setiap hari, serta dua telur dalam seminggu.

Namun, setengah dari piring Anda harus diisi dengan sayuran dan buah-buahan, sementara sepertiganya lagi harus diisi dengan biji-bijian utuh.

Secara khusus, diet ini meminta Anda untuk mengurangi daging merah yang dianggap tidak berkelanjutan karena menghabiskan begitu banyak sumber daya.

Sebuah studi yang dipublikasikan pada 2014, misalnya, menemukan bahwa untuk memproduksi satu daging steak, dibutuhkan 28 kali lebih banyak tanah, 11 kali lebih banyak air dan enam kali lebih banyak pupuk daripada unggas. Selain itu, berbagai studi juga telah mengaitkan daging sapi dengan emisi gas rumah kaca.

Baca juga: Diet Apa yang Paling Efektif Membakar Kalori? Ilmuwan Harvard Menjawab

Jika alasan di atas belum cukup untuk meyakinkan Anda, mengikuti diet kesehatan planet juga bisa memperpanjang umur. Jika diikuti oleh semua orang di seluruh dunia, para peneliti memperkirakan bahwa jumlah orang yang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit jantung koroner dan stroke bisa berkurang hingga 11,6 juta jiwa.

Para peneliti menulis, karena sistem makanan adalah faktor utama dari kesehatan yang buruk dan kerusakan lingkungan, seluruh negara-negara di dunia harus berupaya untuk segera mengubah pola makan dan produksinya.

Namun, mengubah pola makan sedunia menjadi diet kesehatan planet tidaklah mudah. Konsumsi daging merah dan gula harus dikurangi hingga setengahnya, sementara produksi sayur, buah-buahan, dan kacang-kacangan harus dilipatgandakan.

Untuk mempercepat upaya ini, The Lancet dan Eat Forum yang mengomisikan studi ini telah membagikan ide dan penjelasan mengenai diet kesehatan planet kepada 40 pembuat kebijakan di seluruh dunia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.