Kompas.com - 20/01/2019, 18:29 WIB

Misalnya orang dengan subtipe 1 dan 2 cenderung mengembangkan gejala di masa anak-anak atau remaja. Ini mirip gejala yang terlihat pada orang dnegan insomnia idiopatik, insomnia yang dialami seseorang di awal kehidupannya tanpa penyebab yang jelas.

Baca juga: 5 Dampak Buruk Insomnia

Namun perlu diketahui, insomnia idiopatik tidak lagi terdaftar sebagi jenis insomnia dalam manual diagnostik yang dikenal sebagai Klasifikasi Gangguan Tidur Internasional Edisi Ketiga.

Kitajima menyarankan, perlu adanya konfirmasi langsung terhadap orang yang benar-benar didiagnosis menderita insomnia.

Para penulis penelitian mencatata, partisipan mereka mengajukan diri untuk ikut serta dalam studi yang berhubungan dengan tidur, dan mungkin ada subtipe lain yang belum teridentifikasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.