Kompas.com - 14/01/2019, 11:43 WIB

Menurut pakar satwa di Universitas Queensland, Profesor Bryan Fry, ular kerap memakan kutu atau parasit lain di alam liar.

Bagaimanapun, jumlah kutu yang banyak dapat menandakan seekor ular tengah mengalami masalah kesehatan yang buruk.

Penyebabnya bisa suhu yang teramat panas maupun lingkungan yang sangat kering.

"Jelas ini masalah serius, bahwa binatang kehilangan daya tahan alamiahnya. Saya ragu ular itu dapat bertahan jika tidak diselamatkan dan dirawat," kata Harrison.

Harrison menyebut piton itu mengalami infeksi, namun kini kondisinya menuju pulih.

"Nike sangat lincah saat ini. Tapi dia butuh waktu pemulihan yang panjang di Suaka Alam Liar Currumbin sampai dia benar-benar bisa dilepasliarkan kembali," ujar Harrison.

Baca juga: Tertangkap Kamera, Ular Piton Gendong Katak Tebu di Australia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.