Kompas.com - 09/01/2019, 20:34 WIB
Puluhan ekor ubur-ubur yang dipamerkan di Jellyfish Sphere SeaWorld Ancol, Selasa (18/12/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DPuluhan ekor ubur-ubur yang dipamerkan di Jellyfish Sphere SeaWorld Ancol, Selasa (18/12/2018).

KOMPAS.com - Jenis ubur-ubur yang sangat beracun telah menyengat lebih dari tiga ribu orang di pantai timur laut Australia dalam tiga hari, kata pihak berwenang, Senin (7/1), seperti dikutip dari kantor berita AFP.

Serangan ubur-ubur itu memaksa otoritas untuk menutup beberapa pantai.

Sebuah media lokal di negara bagian Queensland menyebut munculnya ubur-ubur api atau Portuguese man o’war, yang sengatannya sangat menyakitkan, sebagai invasi.

Surf Life, asosiasi garda pantai, mengatakan sekitar 3.595 orang menderita luka bakar yang menyakitkan setelah tersengat ubur-ubur api. Ubur-ubur itu juga dikenal dengan sebutan botol biru karena tubuhnya yang tampak transparan kebiruan.

Baca juga: Ubur-ubur Mati Masih Bisa Menyengat, Ini Penjelasan dan Cara Menanganinya

Setidaknya empat pantai utama masih ditutup karena organisasi itu memperingatkan lebih banyak ubur-ubur sedang mengarah ke pantai-pantai tersebut.

"Gelombang (ubur-ubur) botol biru mendekat pantai Rainbow. Penjaga pantai menutup pantai. Jangan dekati pantai," kata salah satu peringatan Surf Life Saving.

Sengatan ubur-ubur api sering terjadi. Sudah jamak mendengar teriakan kesakitan orang-orang yang tersengat ubur-ubur dari kamar ganti di pantai-pantai sepanjang pesisir timur Australia selama musim panas di belahan Bumi Selatan.

Tapi jumlah orang yang tersengat dalam beberapa hari terakhir mengejutkan pihak otoritas.

Biasanya dalam setahun hanya tercatat 10 ribu kasus sengatan si botol biru di pesisir timur Australia, menurut Royal Australian College of General Practitioners.

Jumlah kasus sengatan ubur-ubur yang luar biasa besar dalam beberapa hari terakhir terjadi karena angin pantai yang bertiup kencang dari utara ke timur, membawa ubur-ubur ke arah para pengunjung pantai.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mencegah Hipertensi Sejak Dini Menurut Dokter

Cara Mencegah Hipertensi Sejak Dini Menurut Dokter

Kita
Anak Asma Berhak Mendapatkan Pengobatan yang Adekuat

Anak Asma Berhak Mendapatkan Pengobatan yang Adekuat

Oh Begitu
6 Penyebab Beruntusan Susah Hilang

6 Penyebab Beruntusan Susah Hilang

Kita
Cara Mencegah Terjadinya Komplikasi pada Pasien Hipertensi

Cara Mencegah Terjadinya Komplikasi pada Pasien Hipertensi

Oh Begitu
Jumlah Spesies Burung Terancam Punah di Indonesia Terbanyak di Dunia

Jumlah Spesies Burung Terancam Punah di Indonesia Terbanyak di Dunia

Fenomena
Wisatawan Tewas Tersambar Petir di Bogor, Bagaimana Manusia Bisa Tersambar Petir?

Wisatawan Tewas Tersambar Petir di Bogor, Bagaimana Manusia Bisa Tersambar Petir?

Oh Begitu
Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Oh Begitu
Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Kita
[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

Oh Begitu
Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Oh Begitu
Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Kita
Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Kita
Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Fenomena
NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.