Perdebatan Ahli tentang Wanita Tertua yang Meninggal di Usia 122 Tahun

Kompas.com - 08/01/2019, 18:00 WIB
Ilustrasi orang tua.Shutterstock Ilustrasi orang tua.


KOMPAS.com - Jeanne Calment meninggal pada 1997 di kota Arles, Perancis tempat ia dilahirkan. Kematiannya sempat mengundang banyak perhatian dunia.

Saat ia meninggal, Calment berusia 122 tahun dan disebut sebagai orang tertua yang didokumentasikan. Fakta tersebut telah disertifikasi oleh Guinness World Records serta ahli kesehatan masyarakat.

Namun ahli matematika dari Rusia Nikolay Zak belum lama ini meragukan klaim tersebut.

Dalam sebuah laporan Zak mengungkapkan bahwa ia percaya Calment sebenarnya adalah Yvonne Calment, putri Jeanne Calment. Menurut Zak, Yvonne Calment mengambil identitas ibunya untuk menghindari pajak warisan pada 1930-an.

Baca juga: Apa Rahasia Umur Panjang Masazo Nonaka, Pria Tertua di Dunia?

Jika benar yang dikatakan Zak, artinya Yvonne (yang selama ini dianggap sebagai Jeanne Calment) meninggal di usia 99 tahun pada 1997.

Dalam laporan yang terbit di portal ResearchGate, Zak melampirkan sejumlah bukti.

Melansir Science Alert, Senin (7/1/2019), Zak menunjukkan bahwa Jeanne Calment kehilangan kurang dari satu inci tinggi badannya saat berusia lebih dari 100 tahun. Sementara Yvonne tingginya melebihi Jeanne.

Kemudian bukti paspor Jeanne di tahun 1930-an memperlihatkan warna mata yang berbeda dibanding setelah itu. Selain itu, Zak juga menyangsikan adanya perbedaan fisik pada dahi dan dagu.

Apa yang dikatakan Zak jelas membuat kegaduhan global dan media dari banyak negara mempublikasikannya.

Namun, hal ini dikecam oleh beberapa ilmuwan, termasuk Jean-Marie Robine yang mengesahkan umur Jeanne Calment dan menulis sebuah buku tentangnya.

Menurut majalah Smithsonian, Calment pernah menjawab sejumlah pertanyaan yang hanya bisa dijawab dirinya, seperti nama guru matematika dan pengurus rumah tangga di gedungnya.

"Putrinya tidak mungkin mengetahui hal tersebut," ujar Robine yang sempat mewawancarai Calment.

Di lain pihak, Michel Vauzelle yang menjadi walikota Arles saat Calment meninggal mengatakan bahwa teori Zak sangat mustahil dan konyol.

Nicolas Brouard dari Institut Nasional Studi Demografi Perancis mengatakan tes DNA dapat menyelesaikan perdebatan.

Kecurigaan Zak

Dalam keterangan yang diterima The Washington Post, Zak mengatakan bahwa awal mula ia mencurigai usia Calment pada Februari ketika ia mempelajari pola kematian manusia yang berusia lebih dari 105 tahun.

Dari situ, ia baru melakukan penyelidikan terhadap kehidupan Calment pada September.

"Saya mendanai proyek ini sendiri. Ini adalah kasus detektif yang menarik bagi saya. Mereka yang mengkritik apa yang sayang lakukan adalah mereka yang memiliki konflik kepentingan besar atau mereka yang tidak membacanya," ujar Zak.

Meski ia sangat yakin dengan dugaannya, kepada Reuters Zak mengaku bahwa ia belum memiliki bukti kuat.

"Saya meninjau seluruh situasi, ada banyak bukti kecil yang ditemukan," imbuhnya.

Atas penghargaan yang diberikan Guinness World Records, juru bicara Rachel Gluck mengungkap bahwa pihaknya selalu melibatkan sejumlah ahli untuk melakukan verifikasi.

"Penelitian ekstensif dilakukan untuk setiap judul rekaman orang tertua yang kami verifikasi, yang dipimpin para ahli di bidang gerontologi dan mereka telah diberitahu tentang situasi saat ini," ujar Gluck.

Tentang kehidupan Jeanne Calment yang tercatat

Di ulang tahun Calment yang ke120, Washington Post mencatat wanita ini dilahirkan di Arles, selatan Perancis pada 21 Februari 1875 sebelum penemuan bola lampu. Ia menikah dengan Fernand Calment pada usia 21 tahun.

"Ia gemar melukis, bermain piano di ruang tamu, berkeliling kota dengan sepeda, mendaki, berburu, dan mendukung kesuksesan toko kain suaminya," tulis reportes Washington Post Dana Thomas saat itu.

Jeanne Calment termasuk orang yang hidup paling lama dalam keluarganya.

Putrinya, Yvonne meninggal di usia 36 tahun karena radang selaput dada. Suaminya meninggal pada 1942 di usia 72 tahun setelah makan buah ceri liar. Sedangnya cucu satu-satunya, Frederic, tewas dalam kecelakaan mobil di usia 36 tahun pada 1963.

Berita kematian Calment mencatat bahwa dia dikenal sangat suka makan coklat dan bisa menghabilkan hampir satu kilogram coklam dalam seminggu. Ia merawat kulitnya dengan minyak zaitun dan masih bersepeda hingga usia 100 tahun.

Ia mulai berhenti merokok dan hanya dalam beberapa tahun sebelum meninggal. Kebiasaan ini ditinggalkannya bukan karena faktor kesehatan, tapi karena Calment tak bisa menyalakan rokok tanpa meminta bantuan.

Baca juga: Otak Fosil Ini Setengah Manusia, Setengah Kera

Penelitian orang-orang tertua di dunia

Penelusuran tentang orang yang hidup lama juga pernah dilakukan pada Shigechiyo Izumi dari Jepang.

Izumi mendapat julukian pria tertua di dunia ketika meninggal pada 1986 di usia 120 tahun.

Penelitian lanjutan tentang Izumi akhirnya menegaskan bahwa usia aslinya sekitar 105 tahun saat meninggal.

Beberapa yang lain mengatakan orang dengan usia 125 tahun ke atas umumya tidak memiliki dokumentasi pasti untuk membuktikan usia mereka.



Close Ads X