Kandungan Air 700 Ribu Tahun Lalu Tersimpan di Samudra Pasifik

Kompas.com - 04/01/2019, 17:31 WIB
Ilustrasi laut, samudra Ilustrasi laut, samudra


KOMPAS.com - Sekitar 700.000 tahun lalu, sebelum manusia menumpahkan karbon dioksida ke atmosfer dan membuat suhu menghangat, Bumi telah melalui proses pendinginan selama berabad-abad yang disebut Zaman Es Kecil.

Kini, sebuah studi baru menemukan bahwa jauh di dalam samudra Pasifik masih ada jejak masa dingin itu.

Lebih dari dua kilometer di bawah permukaan samudra Pasifik, ahli menemukan suhunya sedikit lebih dingin dan diduga sebagai air yang berasal dari Zaman Es Kecil.

Keberadaan air dari masa lalu ini penting bagi para pakar iklim modern. Menurut ahli kelautan Jake Gebbie yang bekerja di Woods Hole Oceaongraphic Institution, Massachusetts, lautan berperan besar dalam menahan panas dari atmosfer dan daratan.

Baca juga: Gara-gara Perubahan Iklim, Semua Penyu Akan Berkelamin Betina

"Inilah cara untuk memahami perubahan iklim. Ini semua tentang mencoba mempelajari bagaimana Bumi memanas dan karbon bergerak di sekitar sistem Bumi," kata Gebbie kepada Live Science, dilansir Kamis (3/1/2019).

Gebbie dan koleganya Peter Huybers yang berasal dari Universitas Harvard sebelumnya menemukan bahwa air yang ada jauh di dalam samudra Pasifik umurnya sangat tua.

Dalam laporan tahun 2012, mereka menyebut bahwa ada air berusia 1.000 tahun yang berada di kedalaman 2,5 kilometer di bawah permukaan samudra Pasifik.

Gebbie mengatakan, dengan memeriksa perairan laut yang dalam kita mungkin dapat menemukan petunjuk atau jejak dari kehidupan laut masa lalu.

Namun untuk mempelajari setengah bagian dasar laut bukanlah hal yang gampang.

Sejak 2002, sebuah perkumpulan  Internasional bernama Argo Program menggunakan alat yang bisa mengambang untuk mengukur suhu, salinitas, dan fitu laut di seluruh dunia. Alat inilah yang kemudian menyelami bawah samudra Pasifik sampai lebih dari dua kilometer.

Dengan menggunakan data dari survei tersebut, Gebbie dan Huybers menggunakan pemodelan untuk membuat pola sirkulasi di lautan.

Di sisi lain mereka juga tetap menggunakan data lapangan sebagai perbandingan dan melihat jejak masa lalu lebih akurat.

Beruntung mereka memiliki data survei oseanografi modern pertama, The HMS Challenger yang dibuat pada pertengahan tahun 1870-an.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X