Ada-ada Saja, Polisi Kepung Rumah Pria yang Teriak karena Laba-laba

Kompas.com - 04/01/2019, 17:08 WIB
Laba-laba Loxosceles reclusa Rosa Pineda/WikipediaLaba-laba Loxosceles reclusa

KOMPAS.com – Sekelompok polisi Perth, Australia mengepung dan mendatangi rumah pria yang berteriak kencang karena laba-laba.

Kejadian itu dimulai ketika salah seorang tetangganya mendengar pria itu berteriak “Kenapa kamu enggak mati-mati?” disertai tangisan balita.

Mereka pun mendapati bahwa pria tersebut dan balitanya sedang berteriak ke arah laba-laba, bukan satu sama lain.

Dilaporkan melalui Twitter resmi Departemen Kepolisian Wanneroo, pria tersebut mengaku luar biasa takut terhadap laba-laba. Pria tersebut kemudian juga meminta maaf karena membuat para polisi datang ke rumahnya.

Baca juga: Digigit Laba-laba Black Widow, Pria Kanada Tak Bisa Kencing

Walaupun cerita ini terdengar lucu dan tak masuk akal, fobia terhadap laba-laba atau arachnofobia adalah sesuatu yang nyata. Dilansir dari Live Science, Rabu (2/1/2018), studi memperkirakan bahwa antara 1-5 persen populasi dunia memiliki arachnofobia.

Ketakutan akan laba-laba bisa muncul pada anak-anak sejak mereka berusia enam bulan.

Lalu, orang dewasa yang memiliki fobia ini melihat laba-laba lebih besar dari kenyataannya, dan bisa melakukan hal-hal bodoh karenanya. Seorang pria di California, misalnya, secara tidak sengaja membakar rumahnya ketika berupaya untuk membunuh seekor laba-laba menggunakan torch pada tahun lalu.

Menurut studi pada 2011, arachnofobia juga bisa membuat seseorang kehilangan akalnya hanya dengan membayangkan laba-laba. Dalam studi tersebut, seorang pengemudi dengan arachnofobia yang diminta memainkan simulasi menyetir lebih mungkin melakukan kesalahan dan menabrak ketika diajak bicara tentang laba-laba.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X