Kompas.com - 31/12/2018, 12:31 WIB
ilustrasi Venus ilustrasi Venus


KOMPAS.com - Di penghujung tahun ini Badan Antariksa AS berencana mengirim balon udara ke Venus.

Misi kali ini bertujuan untuk memantau aktivitas seismik di planet Venus lebih dekat untuk mempelajari bagaimana komposisi internalnya.

Seperti kita tahu, planet terdekat dari Bumi itu memiliki medan vulkanik dan atmosfer dengan suhu ekstrem. Namun, belum ada yang bisa mempelajari secara langsung karena sulitnya medan.

Tidak seperti Mars, jika ada robot pendarat yang dikirim ke Venus dengan mudah akan hancur karena suhu daratan yang sangat ekstrem sampai dijuluki neraka. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah melakukan pengamatan lewat udara, karena atmosfer Venus suhunya lebih bersahabat.

Baca juga: Peneliti Temukan Alasan Keganjilan Rotasi Planet Venus

Melansir Science Alert, Minggu (30/12/2018), sebelum melancarkan misinya, Nasa sudah lebih dahulu melakukan uji coba di gurun Nevada pada 19 Desember 2018. Saat itu, mereka menerbangkan balon udara berisi helium.

Di gurun Nevada, tim dari Departemen Energi AS menciptakan getaran berkekuatan besar dengan bantuan ledakan kimia 50 ton yang terjadi sekitar 300 meter (984 kaki) di bawah tanah.

Cara ini terbukti dapat mengukur getaran dan gempa yang terjadi di dataran.

Oleh sebab itulah, Nasa ingin mengirimkan balon udara berisi helium ke Venus untuk mempelajari fenomena yang pernah terjadi di planet kedua dari Matahari itu.

"Kami belum pernah melakukan pengukuran seismik secara langsung di Venus. Lewat balon udara, kita mungkin bisa menjawab semua pertanyaan besar tentang planet itu," kata Siddharth Krishnamoorthy dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA di California.

Nantinya, ada dua balon udara berisi helium yang dibawa ke Venus. Dua balon udara itu dilengkapi dengan alat pendeteksi perubahan tekanan atmosfer dan gelombang infrasonik frekuensi rendah di luar pendengaran kita. Kedua alat itu merupakan hal yang biasa digunakan untuk mendeteksi tanda aktivitas gempa bumi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Fenomena
Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Oh Begitu
Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Oh Begitu
Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Oh Begitu
Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Kita
Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Fenomena
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Fenomena
Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Kita
Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Prof Cilik
Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Kita
Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Fenomena
Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.