Kompas.com - 21/12/2018, 19:28 WIB

KOMPAS.com - Homo erectus memiliki banyak bulu di sekujur tubuhnya, tapi kenapa mereka berbulu dan kita tidak? Pertanyaan ini telah lama menjadi misteri di bidang biologi.

Ada beberapa hipotesis yang bisa menjelaskan mengapa rambut kita jauh lebih sedikit dibanding primata. Sayangnya, hanya sedikit bukti ilmiah yang mampu menjelaskannya.

Kini, hal itu dicerahkan oleh sebuah studi yang dilakukan para dermatologi dari Perelman School of Medicine di Universitas Pennsylvania.

Dalam studi yang terbit di jurnal Cell Biology, para ahli menemukan bahwa kelimpahan protein tertentu menentukan pertumbuhan rambut pada kaki hewan.

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia, Kenapa Kekenyangan Justru Bikin Ngantuk?

Jika protein yang disebut Dickkopf 2 atau Dkk2 jumlahnya sedikit, seperti pada kelinci dan beruang kutub, maka area plantar (tumit sampai cakar) akan dipenuhi rambut. Sedangkan tikus yang memiliki protein Dkk2 tinggi, kakinya berambut sedikit.

Tim mengusulkan, protein mungkin menghalangi jalur sinyal khusus yang dikenal sebagai WNT, bertanggung jawab untuk pertumbuhan rambut.

Untuk menguji hal itu, para ahli merekayasa tikus agar tidak menghasilkan Dkk2. Hasilnya, area plantar mereka mulai ditumbuhi rambut, meski lebih tipis, lebih pendek, dan tersebar secara acak.

Walau begitu, hal ini membuktikan bahwa protein jelas memainkan peran penting.

"Dkk2 cukup untuk mencegah pertumbuhan rambut, tetapi tidak menyingkirkan semua mekanisme kontrol. Ada banyak hal yang dapat dikaji," kata ahli dermatologi Profesor Sarah Millar, dilansir IFL Science, Jumat (14/12/2018).

"Kita punya rambut panjang di daerah kepala dan rambut pendek di daerah lain. Kita tidak memiliki bulu di telapak tangah, pergelangan tangan, dan telapak kaki. Belum ada yang benar-benar mengerti bagaimana perbedaan ini muncul," sambungnya.

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia, Kenapa Kulit Keriput Saat Tua?

Meski pengamatan ini tidak memberi gambaran yang lengkap, setidaknya ahli mengungkap petunjuk menarik tentang kebotakan atau rambut yang sedikit.

Para ahli berpendapat, jalur WTN adalah kunci dan langkah selanjutnya untuk menyelidiki protein apa yang menghambat pertumbuhan rambut.

Ini bisa mengarah pada gambaran lebih lengkap tentang bagaimana kita kehilangan bulu dan juga menyediakan aplikasi medis potensial.

Hal ini juga dapat membantu kita mengatasi kebotakan atau alopecia, serta memahami kondisi kulit yang lebih baik seperti psoriasis dan vitiligo.

Beberapa teori tentang kenapa kita tidak berbulu di sekujur tubuh, ada yang mengatakan karena perpindahan tempat dari hutan rindang ke padang rumput gersang, ada yang mengatakan mengurangi parasit. Teori lain menghubungkan dengan kehidupan moyang kita yang suka mengarungi dan berenang di lautan, dan bulu tidak cocok untuk itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.