Kompas.com - 18/12/2018, 18:00 WIB


KOMPAS.com - Bisnis fesyen dunia menjadi sumber efek rumah kaca yang sangat besar. Produksi tekstil mengeluarkan setara dengan 1,2 miliar ton karbondioksida atau CO2 pada tahun 2015.

Jumlah ini hampir sama dengan emisi yang dihasilkan 300 pembangkit listrik tenaga batu bara dalam satu tahun, atau lebih dari dua kali lipat emisi tahunan Australia.

Angka ini pun meningkat dengan cepat. Misalnya pada bulan Maret PBB menganggap, produksi pakaian sekali pakai yang murah - atau sebutannya 'fast fashion' - dalam jumlah banyak sebagai "keadaan darurat lingkungan dan sosial".

Keadaan ini dikatakan akan lebih buruk seiring dengan meningkatnya kelas menengah di negara-negara seperti China dan India, karena mereka sangat mungkin membeli lebih banyak pakaian.

Baca juga: Cara Efektif Lenyapkan Jamur pada Pakaian Kotor

Sejumlah merk fesyen ternama seperti Adidas, Gucci, Zara, dan H&M telah berjanji untuk mengurangi emisi gas rumah kaca mereka hingga 30 persen pada 2030 dengan bimbingan PBB.

Mereka menyatakan dalam sebuah Piagam Industri Fashion Untuk Aksi Iklim di acara KTT iklim COP24 PBB di Polandia pekan lalu, yang diikuti sejumlah merk fesyen dan para pemegang kebijakan lainnya.

Mereka berkomitmen untuk mengurangi emisi hingga 30 persen serta mencapai 15 tujuan lainnya, termasuk secara bertahap tidak lagi menggunakan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara mulai tahun 2025.

Sekretaris Eksekutif Perubahan Iklim PBB, Patricia Epinosa mengatakan piagam ini penting serta menjadi sebuah "komitmen unik".

"Industri fesyen selalu lebih maju ke depan untuk mendefinisikan budaya dunia," katanya.

"Piagam ini, seperti peragaan busana di dunia, memberikan contoh yang saya harap akan diikuti oleh orang lain."

Namun piagam ini tidak menyarankan pengurangan konsumsi pakaian.

PBB akan memfasilitasi dan mengoordinasikan soal iklim untuk industri fesyen, termasuk mengatur lokakarya dan menetapkan sasaran tahunan. Kelompok kerja pertama akan dimulai awal tahun depan.

Selain dari merek-merek utama, para penandatangan mencakup perusahaan logistik global seperti Maersk dan Otto Group. Sementara, badan-badan industri tekstil China menjadi "organisasi pendukung".

Dalam sebuah pernyataan, CEO Puma Bjorn Gulden mengatakan, lebih dari 90 persen karbon dihasilkan dalam rantai pasokan bersama-sama.

"Jika kita ingin mengurangi emisi karbon dalam rantai pasokan, maka perlu bekerja sama dengan rekan-rekan industri lainnya," katanya.

Karl-Johan Persson, CEO H & M, salah satu merek 'fast fashion' terbesar mengatakan piagam itu untuk menyatukan industri fesyen.

"Industri kami memiliki jangkauan global dan hanya dengan bersama-sama kita dapat menciptakan perubahan yang sangat dibutuhkan," katanya.

Baca juga: Apa yang Terjadi jika Tak Ganti Pakaian Dalam Tiap Hari?

Desainer Stella McCartney meminta agar pihak lain di industri fesyen menandatangani piagam dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengurangi emisi.

Mereka yang menandatangani piagam ini adalah: Adidas, Aquitex, Arcteryx, Burberry Limited, Esprit, Guess, Gap Inc., Grup H & M, Hakro Gmbh., Hugo Boss, Inditex (pemilik Zara), Kering Group (pemilik Gucci dan Yves Saint Laurent, dan lainnya), Lenzing AG, Levi Strauss & Co, Mammut Sports Group AG, Dunia Mantis, Maersk, Otto Group, Pidigi SPA, PUMA SE, re: newcell, Schoeller Tekstil AG, Peak Performance, PVH Corp, Salomon, Skunkfunk, SLN Textil, Stella McCartney, Sympatex Technologies, Target, dan Tropic Knits Group.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.