Angka Kematian Ibu Kian Tinggi, Bupati Sragen Ungkap Sebabnya

Kompas.com - 13/12/2018, 11:45 WIB
Ilustrasi ibu hamil BOLDSKYIlustrasi ibu hamil

KOMPAS.com - Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Sragen kian tinggi. Jika pada tahun 2017 jumlah AKI mencapai 10 kasus, pada 2018 justru meningkat menjadi 14 padahal bulan Desember belum berakhir.

Bupati Sragen Kusnidar Untung Yuni Sukowati menyebut bahwa tingginya AKI tahun ini bukan lantaran pemerintah gagal memberi edukasi pada masyarakat.

Fenomena ini terbukti bahwa ibu yang meninggal bukan pada fasilitas kesehatan (Faskes) tingkat I.

"Ibu meninggal sudah pada Faskes tingkat II, itu berarti di unit pelayanan medis lebih komplet dan dokter spesialis sudah ada," ungkap Yuni ditemui di sela Kunjungan Duta Kontrasepsi Oral, Senin (10/12/2018).

"Sehingga terjadi pergeseran. Kalau dulu AKI di sebuah daerah berkorelasi dengan angka kemiskinan, sekarang lebih kepada kondisi penyakit yang menyertai ibu hamil," tegasnya.

Beberapa penyakit yang menyertai ibu hamil tersebut adalah darah tinggi, eklamsi (serangan kejang), kanker, infeksi, jantung, dan lain sebagainya.

Baca juga: Perkawinan Usia Anak Memperbesar Risiko Kematian Ibu Muda

"Sehingga pada 2017 mencapai angka 10, kami sudah melakukan beberapa hal untuk mencegah itu (kematian ibu)," tutur Yuni.

"Menggerlorakan lagi Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (Jateng Bergembira Memantau Ibu Hamil), semua kader kesehatan harus siaga," sambungnya.

Yuni juga menjelaskan, dirinya membuat regulasi terkait bidan desa.

"Bidan desa harus tinggal di desa. Jika kedapatan bidan desa tidak tinggal di desa tunggu tanggal mainnya," ucap Yuni sambil bercanda.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X