Pusat Antariksa Jerman Ujicoba Menanam Tomat di Luar Angkasa - Kompas.com

Pusat Antariksa Jerman Ujicoba Menanam Tomat di Luar Angkasa

Kompas.com - 07/12/2018, 13:14 WIB
Ilustrasi tomat.SHUTTERSTOCK Ilustrasi tomat.

KOMPAS.com - Sebuah satelit diluncurkan ke luar angkasa untuk mengujicoba budidaya tomat dalam kondisi lingkungan di Bulan dan Mars. Proyek yang diprakarsai Pusat Antariksa Jerman tersebut bertujuan menyiapkan pangan bagi misi antariksa di masa depan.

Satelit "Eu: CROPIS" (Euglena and Combined Regenerative Organic-Food Production in Space) diluncurkan ke ruang angkasa menggunakan roket Falcon-9 milik perusahaan swasta Space-X.

Satelit tak berawak itu mengangkasa Senin (03/12/2018) malam waktu Eropa Tengah dari stasiun ruang angkasa Vandenberg, di negara bagian California AS.

DLR menyebutkan, di dalam satelit ini terdapat sistem untuk mempertahankan kehidupan. Sistem itu terdiri dari dua rumah kaca, biofilter, benih tomat kerdil, ganggang bersel satu, dan urin sintetik sebagai pupuk.

Makanan Perjalanan ke Mars dan Bulan

Dalam misi ini, perkembangan benih tomat di luar angkasa akan dipantau dengan kamera.

Monitoring itu bertujuan untuk mengumpulkan pengetahuan penting untuk mendukung misi jangka panjang perjalanan ke Bulan atau Mars.

Baca juga: NASA Ingin Ubah Tanah Mars Jadi Bahan Bakar Roket

Satelit "Eu-CROPIS" akan mengorbit dekat Bumi pada ketinggian 600 kilometer. Satelit itu akan berrotasi pada sumbunya, untuk menciptakan gravitasi yang mirip gaya tarik bulan dan setelah itu gravitasi seperti Mars.

Gravitasi di bulan sekitar seperenam gravitas Bumi. Sementara di Mars gaya tariknya sekitar 30 persen gravitasi Bumi.

Dengan itu, benih tomat tumbuh menyesuaikan diri dengan gravitasi yang lebih kecil dibanding gaya tarik Bumi.

Satelit berukuran satu meter kubik dengan berat 230 kilogram itu, dikembangkan dan dibuat oleh DLR bekerja sama dengan Friedrich Alexander University Erlangen-Nürnberg.

Satelit ini dikendalikan oleh pusat pengendali DLR di Oberpfaffenhofen, Bavaria.

Peluncuran satelit semula direncanakan pada 19 November, tetapi tertunda akibat cuaca buruk di California. Selain itu, proses pemeliharaan roket peluncur milik perusahaan ruang angkasa swasta-Space-X, juga diundurkan sebanyak tiga kali.



Close Ads X