Temuan Topeng Batu Usia 9.000 Tahun, Arkeolog: Hanya Ada 15 di Dunia

Kompas.com - 30/11/2018, 18:44 WIB
Topeng batu berusia 9.000 tahun ini ditemukan sebuah ladang dekat Pnei Hever, Tepi Barat. (AFP) Topeng batu berusia 9.000 tahun ini ditemukan sebuah ladang dekat Pnei Hever, Tepi Barat. (AFP)

KOMPAS.com - Sebuah topeng batu berusia 9.000 tahun telah ditemukan di Tepi Barat. Arkeolog Israel meyakini ini hanya satu dari 15 artefak sejenis yang dikenal di dunia.

Artefak dari bahan batu kapur berwarna merah muda kekuning-kuninganan yang berasal dari era Neolitik itu ditemukan awal tahun ini di sebuah lapangan dekat Pnei Hever, sebuah pemukiman di Tepi Barat.

Arkeolog dari Otoritas Benda-benda Bersejarah Israel, Ronit Lupu mengatakan penemuan seperti topeng batu tua dalam kondisi seperti itu sangat menarik.

"Batu itu telah benar-benar dihaluskan dan fitur-fiturnya sempurna dan simetris, bahkan menggambarkan tulang pipi. Ini memiliki hidung yang mengesankan dan mulut dengan gigi yang berbeda," katanya.

"Semuanya dibuat dengan sangat hati-hati. Anda bisa melihat mereka bahkan mengebor lubang untuk membuatnya mungkin [agar bisa dipasang di wajah mereka atau mungkin di lubangi (untuk ditampilkan)," sambungnya.

Baca juga: Ahli Temukan Topeng Berusia 1.500 Tahun, Diyakini Milik Raja Suku Maya

Sejauh ini hanya ada 15 topeng yang dikenal di dunia dari periode pra-tembikar Neolitik B. Dua di antaranya jelas diketahui dari mana asal mereka dalam konteks arkeologi.

Hanya satu topeng lain yang bisa dilacak ke situs arkeologi yang bisa dipelajari.

Ronit Lupu mengatakan topeng ini diyakini telah dipakai untuk memuja leluhur selama periode Neolitik sebagai bagian dari ritual dan retensi warisan keluarga yang diterima pada saat itu.

"Sebagai contoh, kami menemukan tengkorak-tengkorak yang terkubur di bawah lantai rumah-rumah domestik, serta berbagai metode untuk membentuk dan merawat tengkorak orang mati. Hal ini menyebabkan dilakukannya tengkorak plesteran, pembentukan fitur wajah, dan bahkan memasukkan cangkang untuk mata," katanya.

" Topeng batu, seperti yang berasal dari Pnei Hever, memiliki ukuran yang sama dengan wajah manusia, itulah sebabnya mengapa para cendekiawan cenderung menghubungkan mereka dengan ritual seperti itu," tegas Lupu.

Kepala Departemen Penelitian Arkeologi Otoritas Purbakala Israel, Omry Barzilai, mengatakan topeng batu itu terkait dengan revolusi pertanian.

"Transisi dari ekonomi berdasarkan perburuan dan pengumpulan ke pertanian kuno dan domestikasi tanaman dan hewan disertai dengan perubahan dalam struktur sosial dan peningkatan tajam dalam kegiatan ritual-religius," kata Dr Barzilai dalam sebuah pernyataan.

"Temuan ritual dari periode itu termasuk patung-patung berbentuk manusia, tengkorak diplester, dan topeng batu," imbuhnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X