Ahli Ungkap Alasan Rambut Tidak Tumbuh di Sekujur Tubuh Kita

Kompas.com - 30/11/2018, 17:09 WIB
Ilustrasi rambut rontok Manuel-F-OIlustrasi rambut rontok

KOMPAS.com – Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa rambut hanya tumbuh di kepala dan beberapa tempat lainnya? Sementara itu, pada telapak tangan dan telapak kaki tak ada satu pun rambut yang tumbuh?

Menurut para ilmuwan, ini disebabkan oleh adanya molekul khusus di tubuh kita yang menghalangi pertumbuhan rambut.

Molekul khusus ini protein bernama Dickkopf 2 (DKK2) yang secara efektif merusak jalur WNT, bagian yang bertanggung jawab untuk memicu pertumbuhan rambut di tubuh kita.

Hal ini diungkapkan oleh para ilmuwan dari University of Pennsylvania School of Medicine yang percaya bahwa dalam konsep evolusi, hewan-hewan tertentu telah mengembangkan protein DKK2 ini pada bagian-bagian tertentu di tubuh mereka dengan tujuan membantu makhluk bertahan hidup.

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia: Alasan Bulu Ketiak Tidak Bisa Sepanjang Rambut

"Dalam penelitian ini, kami telah menunjukkan bahwa kulit di daerah yang secara alami tanpa rambut memproduksi inhibitor yang menghentikan WNT dari melakukan tugasnya," ungkap Profesor Sarah E. Millar, seorang penulis studi yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Reports.

Millar, yang juga profesor dermatologi di University of Pennsylvania School of Medicine, berkata bahwa WNT sangat penting untuk perkembangan kantung rambut dan menyebabkan rambut tumbuh lebih banyak.

Untuk menguji hal ini, para peneliti menganalisis kulit tikus dan kelinci. Seperti manusia, tikus tidak menumbuhkan rambut di pergelangan tangan mereka; sedangkan kelinci menumbuhkannya.

Ketika membandingkan ekspresi DKK2 di kulit pergelangan tangan tikus dengan kelinci, mereka menemukan DKK2 yang lebih rendah pada kelinci.

Namun, bukan berarti DKK2 menghilangkan WNT. Protein ini sekadar menghalangi pertumbuhan rambut yang disebabkan oleh WNT.

Baca juga: Rambut Bisa Mencium, Ilmuwan Bikin Parfum untuk Atasi Kebotakan

Para peneliti berharap temuan ini dapat membantu penelitian lebih lanjut tentang pertumbuhan rambut. Pada penerapannya, ini dapat dimanfaatkan untuk perawatan bagi bagian tubuh yang produksi rambutnya telah berhenti, misalnya akibat dari luka dalam atau luka bakar.

"Kami berharap agar jalur penyelidikan ini mengungkapkan cara-cara baru untuk meningkatkan penyembuhan luka dan pertumbuhan rambut, dan kami berencana untuk terus mengejar tujuan-tujuan ini," kata Millar seperti yang dilansir dar Newsweek, Rabu (28/11/2018).

Penelitian ini bukanlah yang terbaru. Pada bulan Mei tahun ini, tim peneliti lain dari National Institutes of Health dan University of Alabama, Birmingham juga melakukan penelitian tentang alasan rambut manusia berubah menjadi abu-abu. Ini berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh manusia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Newsweek

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Prof Cilik
Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X