Kompas.com - 23/11/2018, 18:33 WIB
Neotrogla, serangga gua yang alat kelaminnya bertukar. Betina punya penis, jantan punya vagina Neotrogla, serangga gua yang alat kelaminnya bertukar. Betina punya penis, jantan punya vagina

KOMPAS.com - Dalam dunia hewan, penis hampir selalu merupakan ciri yang dimiliki oleh spesies berkelamin jantan. Begitu pula vagina merupakan ciri hewan betina.

Namun, ciri ini justru "tertukar" pada beberapa anggota suku aneh serangga yang tinggal di gua. Serangga tersebut dikenal dengan nama Sensitibillini.

Serangga evolusioner ini terkait erat dengan tiga genus, yaitu Afrotrogla, Neotrogla, dan Sensitibilla. Ketiganya jatuh pada genera (jamak genus) yang sama.

Ketika para ilmuwan menemukan Neotrogla di Brasil sekitar empat tahun lalu, mereka melihat bahwa genus ini bisa menukar organ seksual mereka. Ini sama seperti yang dilakukan oleh genus Afrotrogla.

Namun, anehnya pada genus Sensitibilla, tidak ada "pertukaran" alat kelamin ini.

Melansir dari Newsweek, Kamis (22/11/2018), serangga ini melakukan hubungan seks dengan cara betina memasukkan organ berbentuk penis tersebut pada kantong mirip vagina milik pejantan.

Baca juga: Lahir Tanpa Vagina, Tiruan Kelamin Wanita Ini Terbuat dari Kulit Ikan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aktivitas ini dilakukan dalam jangka waktu lama, antara 40 hingga 70 jam. Tujuan dari waktu lama tersebut adalah agar serangga betina menerima volume besar air mani dari pejantan.

Untuk memahami mengapa fitur seksual ini terbalik pada Neotrogla dan Afrotrogla, tim internasional dari Jepang, Brasil, dan Swiss memeriksa organ seksual dari ketiga genus tersebut.

Diwartakan dalam Phys.org, Rabu (21/11/2018), tim menemukan bahwa tertukarnya organ seksual serangga-serangga tersebut merupakan evolusi mandiri.

Dalam laporan di jurnal Biology Letters, kesimpulan itu diambil setelah tim melihat adanya perbedaan ukuran dan bentuk penis pada Neotrogla dan Afrotrogla.

Alasannya...

Tim tersebut juga mencari tahu apa alasan serangga ini bertukar kelamin. Untuk itu, mereka mengamati lingkungan di mana Neotrogla dan Afrotrogla hidup.

Hasilnya, tim menemukan bahwa gua-gua tempat serangga ini tinggal tidak mengandung banyak makanan. Ini membuat pejantan berevolusi untuk lebih tertarik mencari makanan daripada kawin.

Seiring waktu, fenomena tak biasa itu menyebabkan serangga betina mengambil peran sebagai pengejar dan inisiator perkawinan.

Hal tersebut juga menjelaskan mengapa ritual kawin pada serangga ini dilakukan dalam durasi yang panjang.

Penis serangga betina telah berevolusi sebagai kail untuk memastikan bahwa para pejantan tidak bisa melarikan diri sebelum jumlah sperma tercukupi.

Baca juga: Memahami Keanehan Organ Kelamin Ular dan Buaya, Apa Beda?

Dengan organ tersebut, para betina memaksa pejantan tetap di tempatnya selama dua hingga tiga hari.

Para peneliti mencatat, ada banyak contoh evolusi betina dan pejantan dalam hal transfer sperma. Meski begitu, tidak ada yang menandingi anatomi unik milik Sensitibilini tersebut.

Serangga Ini bertukar kelamin, betina punya penis dan jantan punya kantong vagina Serangga Ini bertukar kelamin, betina punya penis dan jantan punya kantong vagina

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.