Kompas.com - 22/11/2018, 20:01 WIB
Ilustrasi tidur bersama anjing Ilustrasi tidur bersama anjing


KOMPAS.com - Saat kita berbagi kamar atau ranjang dengan orang lain, termasuk pasangan atau anak-anak, ahli mengatakan ada dampak kesehatan dan kualitas tidur yang buruk. Lantas, bagaimana jika kita berbagi tempat tidur dengan hewan peliharaan, misalnya anjing?

Hal ini mungkin tidak pernah terlintas dalam pikiran kita. Mungkin, pemilik juga tidak pernah merasa terganggu jika tidur bersama hewan kesayangannya.

Namun, sebuah studi yang dilakukan Bradley Smith dari Central Queensland University mengungkap hal lain. Smith menemukan bahwa tidur bersama anjing membuat tidur jauh lebih terganggu.

Ini karena anjing sering kali membangunkan pemiliknya di tengah malam. Terlebih, siklus tidur anjing sangat berbeda dengan manusia.

Baca juga: Haruskah Kita Bicara Manis pada Anjing, Seolah Mereka Bayi?

Dalam penelitiannya, Smith melibatkan lima anjing beserta pemilik yang semuanya perempuan.

Saat tidur malam, anjing-anjing ini suka membangunkan pemiliknya untuk buang air atau hal lain.

Meski demikian, para pemilik mengaku sama sekali tidak terganggu. Mereka justru merasa mendapat banyak manfaat ketika tidur dengan anjingnya.

"Mereka (pemilik) merasa aman dan mendapat perlindungan, juga sangat menikmati kedekatan dan kehangatan anjing," kata Smith kepada IFL Science, dilansir Selasa (20/11/2018).

Semua peserta menilai kualitas tidur mereka sangat baik. Dalam monitor pemantauan, terlihat para peserta dapat kembali tidur dengan cepat setelah terbangun.

Selain itu, Smith mencatat bahwa pemilik anjing merasa lebih terganggu bila anjing tidak tidur bersama mereka.

"Mereka berpendapat lebih baik berbagi ranjang dengan anjing dibanding mendengarkan garukan pintu sepanjang malam," ujar Smith.

Baca juga: Ilmuwan Latih Anjing untuk Deteksi Malaria Hanya dari Bau Kaus Kaki

Menurut Smith, anjing yang terbiasa tidur dengan pemiliknya akan sulit dipisahkan dan menghentikan kebiasaan itu.

Mengingat studi ini hanya menggunakan sampel kecil, penelitian Smith yang diterbitkan di jurnal Anthrozoos disebut sebagai studi eksplorasi.

Smith berharap nantinya dapat memperluas penelitian agar menemukan suatu petunjuk yang bermanfaat, salah satunya dengan menggunakan sampel lebih banyak. Selain itu, Smith juga tertarik untuk menyelidiki tidur bersama kucing.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Oh Begitu
Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Fenomena
BPOM: Pfizer dan AstraZeneca Sudah Bisa untuk Booster Vaksin Covid-19 Jenis Lain

BPOM: Pfizer dan AstraZeneca Sudah Bisa untuk Booster Vaksin Covid-19 Jenis Lain

Oh Begitu
Cuaca di Indonesia: Potensi Curah Hujan pada 19-24 Januari 2022

Cuaca di Indonesia: Potensi Curah Hujan pada 19-24 Januari 2022

Fenomena
Gempa Megathrust Selat Sunda Bisa Memicu Gelombang Tsunami, Ini Saran Mitigasi Menurut Ahli

Gempa Megathrust Selat Sunda Bisa Memicu Gelombang Tsunami, Ini Saran Mitigasi Menurut Ahli

Fenomena
Penjelasan Ilmiah Mengapa Gempa Dapat Mengakibatkan Tsunami

Penjelasan Ilmiah Mengapa Gempa Dapat Mengakibatkan Tsunami

Fenomena
Gempa Bumi: Penyebab, Jenis, Karakteristik, hingga Dampaknya

Gempa Bumi: Penyebab, Jenis, Karakteristik, hingga Dampaknya

Oh Begitu
2 Kematian Flu Burung H5N6 Dilaporkan China, 3 Pasien Dirawat Intensif

2 Kematian Flu Burung H5N6 Dilaporkan China, 3 Pasien Dirawat Intensif

Fenomena
Cara Cek dan Download Sertifikat Vaksin Booster di PeduliLindungi

Cara Cek dan Download Sertifikat Vaksin Booster di PeduliLindungi

Oh Begitu
Ahli Peringatkan Kepunahan Massal Keenam Sedang Berlangsung di Bumi

Ahli Peringatkan Kepunahan Massal Keenam Sedang Berlangsung di Bumi

Fenomena
Usai Matahari, China Bakal Bikin Bulan Tiruan

Usai Matahari, China Bakal Bikin Bulan Tiruan

Oh Begitu
Analisis Ulang Ungkap Dinosurus Lapis Baja Bergerak Lambat dan Tak Bisa Mendengar

Analisis Ulang Ungkap Dinosurus Lapis Baja Bergerak Lambat dan Tak Bisa Mendengar

Oh Begitu
Inti Dalam Bumi Lebih Cepat Mendingin, Apa Dampaknya?

Inti Dalam Bumi Lebih Cepat Mendingin, Apa Dampaknya?

Fenomena
[POPULER SAINS]: Kunci Penting Menurunkan Berat Badan | Peringatan Tsunami Tonga Dicabut | Riset Vaksin Booster

[POPULER SAINS]: Kunci Penting Menurunkan Berat Badan | Peringatan Tsunami Tonga Dicabut | Riset Vaksin Booster

Oh Begitu
Gurita Paling Langka Ini Menampakkan Diri di Great Barrier Reef

Gurita Paling Langka Ini Menampakkan Diri di Great Barrier Reef

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.