Reptil Tertua Ditemukan Berjalan Menyamping, Mengapa? - Kompas.com

Reptil Tertua Ditemukan Berjalan Menyamping, Mengapa?

Kompas.com - 20/11/2018, 20:05 WIB
Seorang profesor geologi di Universitas Nevada, Stephen Rowland, telah menemukan temuan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Pasalnya, ia menemukan satu set jejak kaki dari 310 juta tahun yang lalu yang diperkirakan ditinggalkan oleh makhluk menyerupai reptil. 
Menurutnya temuan ini adalah yang tertua yang pernah ditemukan di Taman Nasional Grand Canyon. Jejak fosil tersebut ditemukan di reruntuhan yang terletak di sepanjang Bright Angel Trail di taman nasional tersebut. Selain diperkirakan sebagai yang tertua, keunikan lainnya adalah makhluk tersebut berjalan menyamping.
(Stephen Rowland) Seorang profesor geologi di Universitas Nevada, Stephen Rowland, telah menemukan temuan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Pasalnya, ia menemukan satu set jejak kaki dari 310 juta tahun yang lalu yang diperkirakan ditinggalkan oleh makhluk menyerupai reptil. Menurutnya temuan ini adalah yang tertua yang pernah ditemukan di Taman Nasional Grand Canyon. Jejak fosil tersebut ditemukan di reruntuhan yang terletak di sepanjang Bright Angel Trail di taman nasional tersebut. Selain diperkirakan sebagai yang tertua, keunikan lainnya adalah makhluk tersebut berjalan menyamping.

KOMPAS.com – Seorang profesor geologi di Universitas Nevada, Stephen Rowland, telah menemukan temuan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Pasalnya, ia menemukan satu set jejak kaki dari 310 juta tahun yang lalu yang diperkirakan ditinggalkan oleh makhluk menyerupai reptil.

Menurut dia, temuan ini adalah yang tertua yang pernah ditemukan di Taman Nasional Grand Canyon. Jejak fosil tersebut ditemukan di reruntuhan yang terletak di sepanjang Bright Angel Trail di taman nasional tersebut. Selain diperkirakan sebagai yang tertua, keunikan lainnya adalah makhluk tersebut berjalan menyamping.

"Ini adalah jejak tertua yang pernah ditemukan di Grand Canyon dalam bebatuan yang tak seorang pun mengira akan ada jejak di dalamnya, dan temuan ini berada di antara temuan jejak reptil paling awal di bumi," kata Rowland seperti yang diberitakan Science Daily, Kamis (08/11/2018).

Rowland memang masih belum yakin untuk menyatakan temuan ini sebagai jejak tertua dari jenis reptil serupa yang pernah ditemukan, tetapi jejak ini kemungkinan besar memang yang tertua. "Dalam hal jejak reptil, ini benar-benar sudah tua," katanya.

Baca juga: Bukti Baru, Reptil Laut Tertua Habiskan Masa Tua di Daratan

Ia menambahkan bahwa jejak itu kemungkinan terbentuk pada masa superkontinen Pangea atau ketika seluruh benua di dunia masih bersatu.

Rowland pertama kali diberitahu tentang temuan jejak ini pada tahun 2016 oleh seorang rekan yang mendaki jalan setapak dengan sekelompok siswa. Setahun kemudian, Rowland mulai mempelajari jejak kaki ini dari dekat.

Selanjutnya, Rowland membuat gambar-gambar tersebut secara rinci, dan mulai menemukan sebuah kejanggalan tentang jejak yang ditinggalkan oleh makhluk itu, yaitu cara berjalannya yang menyamping.

"Kesan pertamaku adalah itu terlihat sangat aneh karena gerakannya ke samping. Ini terlihat seperti dua binatang berjalan berdampingan. Tapi Anda tidak akan berharap dua hewan seperti ini berjalan berdampingan. Itu tidak masuk akal," kata Rowland.

Menurut dia, ada beberapa kemungkinan logis yang menyebabkan hewan tersebut meninggalkan jejak ke samping.

Baca juga: Kali Pertama Ahli Temukan Fosil Reptil Terbang Raksasa di Gurun Utah

Bisa jadi angin yang sangat kuat meniup dari samping, lereng itu terlalu curam sehingga mendorong hewan tersebut berjalan ke samping, perkelahian, atau memang hewan tersebut sengaja berjalan demikian sebagai gerakan dalam proses perkawinan.

"Saya tidak tahu apakah kita akan dapat dengan ketat memilih di antara kemungkinan tersebut," katanya.

Sementara itu, Rowland berkata bahwa jejak kaki itu bisa jadi milik spesies reptil yang belum pernah ditemukan.

Rowland berencana untuk mempublikasikan temuannya bersama dengan ahli geologi Mario Caputo dari San Diego State University pada bulan Januari di Society of Vertebrate Paleontology. Rowland juga berharap bahwa batu itu segera ditempatkan di museum geologi di Taman Nasional Grand Canyon untuk tujuan ilmiah dan interpretatif.



Close Ads X