Inilah yang Terjadi di Otak Ketika Anda Sedang Bersedih

Kompas.com - 09/11/2018, 17:00 WIB
Ilustrasimonsitj Ilustrasi

KOMPAS.com - Pernahkah Anda membayangkan apa yang terjadi di otak manusia ketika sedang bersedih atau cemas? Penasaran dengan hal itu, para ilmuwan melakukan penelitian baru.

Studi itu menunjukkan bahwa ketika sedih atau cemas, terjadi peningkatan "percakapan" antara dua area otak.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Cell itu membuat para peneliti mendengarkan percakapan listrik di otak. Dengan kata lain, komunikasi antara sel-sel di otak meningkat di dua wilayah spesifik ketika bersedih.

Dua area itu telah lama diketahui terkait dengan memori dan emosi manusia.

Sayangnya, para peneliti masih belum tahu obrolan antar sel otak itu merupakan penyebab atau efek dari suasana hati yang buruk.

Meski begitu, temuan ini mengindikasikan bahwa kesedihan dan kecemasan memiliki manifestasi fisik pada otak manusia.

"Bagi banyak pasien, sangat penting untuk mengetahui bahwa mereka merasa tertekan, itu karena sesuatu yang dapat diukur dan konkret terjadi di otak mereka," ungkap Dr Vikaas Sohal, penulis senior studi ini dikutip dari Live Science, Kamis (08/11/2018).

"Untuk beberapa pasien, ini bisa memberi validasi penting dan menghilangkan stigma, memberdayakan mereka untuk mencari pengobatan yang tepat," imbuh psikiater di University of California itu.

Temuan ini didapatkan menggunakan teknik yang disebut electroencephalography intrakranial (EEG). Kata "intrakranial" merujuk pada metode yang melibatkan penanaman elektroda atau kabel di dalam tengkorak - di dalam dan di otak.

Elektroda yang ditanamkan ini merekam aktivitas listrik atau komunikasi sel-sel otak.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Jalan Tol dari Usus ke Otak

Pada penelitian sebelumnya, aktivitas otak, suasana hatim dan emosi dilihat menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI). Sayangnya, cara ini tidak bisa melihat secara langsung aktivitas otak dan mengukur perubahan aktivitas tersebut.

Untuk itu mereka memilih menggunakan prosedur invasif dengan menanamkan elektroda pada otak responden.


Page:

Close Ads X