Hemat dan Efektif, Alat Penetas Telur Otomatis Karya Pelajar Yogyakarta

Kompas.com - 02/11/2018, 18:34 WIB
Dalam gelaran Indonesia Science Expo (ISE) 2018, banyak peneliti muda Indonesia yang menciptakan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya adalah Christianus Piguno Wardoyo pelajar SMA tingkat akhir dari SMA I Bantul Yogyakarta yang menciptakan alat penetas telur otomatis. Dalam gelaran Indonesia Science Expo (ISE) 2018, banyak peneliti muda Indonesia yang menciptakan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya adalah Christianus Piguno Wardoyo pelajar SMA tingkat akhir dari SMA I Bantul Yogyakarta yang menciptakan alat penetas telur otomatis.

KOMPAS.com – Dalam gelaran Indonesia Science Expo (ISE) 2018, banyak peneliti muda Indonesia yang menciptakan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya adalah Christianus Piguno Wardoyo, pelajar tingkat akhir dari SMA I Bantul Yogyakarta yang menciptakan alat penetas telur otomatis.

Fungsi dari alat penetas telur otomatis ini, menurut Piguno, bukan mempercepat penetasan telur, tetapi meningkatkan kesuksesan dari penetasan telur.

Temuan ini terinspirasi dari pengalamannya sebagai anggota keluarga peternak ayam yang sering gagal menetaskan telur ayam.

“Di rumah saya beternak ayam, tapi pengalaman saya dari induk ayam yang bertelur, misalkan 13 telur, yang menetas tidak semua. Itu induk yang harusnya dia mengerami telur malah dia pergi. Itu memang sering banget terjadi, induknya ngeluyur, ibaratnya lari dari tugas,” jelas Piguno.

Baca juga: Bocah SD Ciptakan Alat Pengering Sikat Gigi, Ini Alasannya

Piguno mengatakan, pada dasarnya mesin penetas telur bukanlah alat yang pertama di dunia. Sebelumnya, sudah ada alat penetas telur yang mirip dengannya, hanya saja masih ada kekurangan dari mesin penetas telur generasi sebelumnya.

“Bedanya dengan punya saya itu, mesin sebelumnya masih manual, pembalikan telurnya setiap 6 jam sekali. Jadi ini menyulitkan peternak. Bayangkan kalau itu dilakukan setiap hari selama 21 hari sama peternak, kan begitu melelahkan,” ungkap Piguno saat ditemui pada ISE 2018 pada Kamis (01/11/2018).

Mesin temuan Piguno dilengkapi dengan dua sensor yang berfungsi untuk mendeteksi suhu dan kelembapan dari telur. Selain itu, mesin ini juga dilengkapi dengan dengan lampu dan cooling fan untuk mengendalikan suhu ruangan inkubator.

Ketika suhu di dalam ruang inkubator telur menurun, maka lampu penghangat akan menyala secara otomatis. Begitu pula ketika suhu di dalam ruang berubah menjadi tinggi, maka pendingin akan menurunkan suhu tersebut. Intinya, mesin ini akan menstabilkan suhu menjadi 38 celcius dengan kelembapan 50-70 persen.

Baca juga: Dari Daun Asam Jadi Listrik, Karya Cemerlang 2 Anak SMP 5 Yogyakarta

“Lampunya menggunakan yang 5 watt dengan jumlah enam untuk ukuran 100 telur. 30 Watt itu sudah setara dengan suhu induk ayam sendiri dan konsumsi dayanya dalam satu bulan hanya habis Rp 15.000,” jelas Piguno.

“Jadi setinggi apapun suhunya, telurnya tetap akan stabil pada suhu normal. Jadi ada pendinginnya juga. Ini untuk mengatur kelembapannya. Jadi ada sistem sirkulasi udara di dalamnya,” imbuhnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X