Kompas.com - 02/11/2018, 09:49 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 menyebutkan angka penyakit tidak menular di Indonesia meningkat.

Kondisi tersebut, menurut Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek membuat meningkatnya pembiayaan kesehatan.

"Biaya penyakit tidak menular ini memang salah satu yang membuat BPJS Kesehatan mengalami kesulitan. Sebab 35 persen belanja BPJS habis untuk manfaat medis dari penyakit tidak menular," kata Menkes saat membuka acara Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-5 Indonesaia Health Economics Association (InaHEA) di Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Beberapa klaim BPJS Kesehatan yang cukup tinggi antara lain penyakit jantung dengan total klaim Rp 9,25 triliun, gagal ginjal Rp 2.22 triliun, serta penanganan stroke Rp 2.21 triliun.

Untuk kasus penyakit gagal ginjal saat ini mayoritas pasien mendapatkan dialisis (cuci darah) rutin yang harus dilakukan seumur hidup.

Namun, akses pasien terhadap layanan cuci darah juga masih terbatas karena belum merata di semua wilayah Indonesia.

Menurut Ketua Pusat Kajian Kebijakan dan Ekonomi Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof.Budi Hidayat, dari berbagai kajian empiris di seluruh dunia, yang paling efisien dari segi biaya untuk gagal ginjal adalah transplantasi.

Baca juga: Hidup Tanpa Ginjal Itu Keniscayaan, Ambri Lawu Membuktikan

"Tapi, masalahnya terkait ketersediaan organ. Pilihan kedua yang lebih efisien adalah CAPD atau cuci darah lewat perut, namun di Indonesia jumlah cakupannya sangat kecil," ujar Budi dalam acara yang sama.

Metode CAPD dilakukan dengan cara memasang kateter pada perut pasien untuk menarik racun dari tubuh.

Saat ini cakupan CAPD di Indonesia baru 2-3 persen. Kemenkes menargetkan cakupannya bisa mencapai 30 persen pada tahun 2030.

Budi menambahkan, salah satu kendala dari kecilnya jumlah pasien CAPD di Indonesia adalah ketersediaan alat penyedia CAPD yang terbatas.

"Pemerintah perlu menyediakan ketersediaannya, BPOM juga perlu memfasilitasi untuk perijinan terkait, sehingga CAPD bisa segera digunakan," katanya.

Baca juga: Bagaimana Jengkol Bisa Menyebabkan Gagal Ginjal?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.