Critical Eleven, 11 Menit Terpenting dan "Berbahaya" Perjalanan Udara

Kompas.com - 31/10/2018, 20:43 WIB
Ilustrasi pesawat Lion Air. KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA Ilustrasi pesawat Lion Air.

KOMPAS.com - Senin pagi (29/10/2018) pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Tanjung Karawang sesaat setelah hilang kontak.

Pesawat yang lepas landas pukul 6.20 WIB dari bandara Soekarno Hatta, Tangerang Selatan, Banten itu hilang kontak pada pukul 6.33 WIB.

"Setelah 13 menit mengudara, pesawat jatuh di koordinat S 5'49.052" E 107'06.628" atau di sekitar Karawang," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro melalui keterangan resminya Senin (29/10/2018) siang.

Diberitakan Tribunnews, laporan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) 2016 mengungkap bahwa rata-rata ada satu kecelakaan untuk setiap 2,86 juta penerbangan.

Baca juga: Masih Baru, Kenapa Lion Air JT-610 Terjun Bebas? Ini Kata Ahli

Angka kematian akibat kecelakaan pesawat lebih kecil dibanding kematian akibat kecelakaan mobil.

Rasio perbandingannya, kemungkinan penumpang meninggal akibat kecelakaan pesawat 1 banding 1 juta, dan kematian akibat kecelakaan mobil 1 banding 5.000.

Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven atau Plus Three Minus Eight. Istilah ini merujuk pada saat genting di mana kecelakaan pesawat sering kali terjadi, yakni tiga menit pertama dan delapan menit terakhir penerbangan.

Hal tersebut pun diungkap oleh Ben Sherwood, penulis buku The Survivors Club - The Secrets and Science That Could Save Your Life.

Menit-menit itu menjadi sangat penting dalam penerbangan karena pilot yang bertugas harus melakukan komunikasi secara intensif dengan Air Traffic Controller (ATC) untuk mengendalikan pesawat sesuai dengan standar operasi yang berlaku.

Tiga menit pertama digunakan untuk mencari posisi stabil dan mengontrol kecepatan ketika pesawat mulai mengudara. Sementara delapan menit terakhir digunakan untuk menurunkan kecepatan dan menyesuaikan dengan landasan.

Sebab itulah selama rentang waktu critical eleven, awak kabin dilarang berkomunikasi dengan kokpit kecuali ada hal darurat dan awak kokpit harus menahan diri dari aktivitas yang tidak terkait dengan kontrol pesawat.

Untuk menghadapi critical eleven, awak kabin biasanya akan memberikan arahan bagi para penumpang untu mematikan ponsel, menutup meja, menegakkan sandaran kursi, membuka tirai jendela, dan menggunakan sabuk pengaman.

Aturan-aturan tersebut diberikan untuk memudahkan jalannya evakuasi bila kondisi berbahaya terjadi.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X