Kompas.com - 26/10/2018, 07:08 WIB
Ilustrasi bekal happy_larkIlustrasi bekal

KOMPAS.com – Gizi merupakan ujung tombak jika ingin memaksimalkan tumbuh kembang anak, baik secara kognitif maupun secara fisik. Terutama pada tahapan sekolah, bekal makanan menjadi salah satu cara pemenuhan kebutuhan gizi anak.

Namun, yang menjadi permasalahan adalah sering kali anak tidak menyukai komposisi makanan yang kita berikan. Beberapa makanan yang mengandung protein seperti tempe dan ikan seringkali disisihkan oleh mereka.

Akan tetapi, kendala ini bisa disiasati dengan mendesain dan memodifikasi makanan yang tidak disukai anak menjadi bentuk lain.

“Kalau bikin makanan untuk anak, jangan seperti makanan rumah sakit dan penjara. Nasi dan lauk pauk campur jadi satu semua. Biasanya dia (anak) melihat dari visual makanannya mungkin bisa dibentuk berbagai macam,” jelas dr Ida Gunawan, M.S., Sp.GK (K), ahli gizi klinis, saat menjadi narasumber pada kegiatan jumpa media Rabu (24/10/2018), di Jakarta.

Baca juga: Anak Kecil Tak Dianjurkan Terlalu Banyak Minum Jus Buah, Mengapa?

Biasanya, banyak anak yang tidak menyukai ikan karena bau amis dan rasanya yang tidak bisa diterima oleh mereka. Padahal di dalam ikan, terkandung antara 17–22 gram protein yang diperlukan untuk pemenuhan kebutuhan gizi manusia dalam satu hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagi anak yang tidak menyukai ikan, Ida menyarankan orangtua untuk membentuknya menjadi seperti nugget atau menghilangkan bentuk alami ikan tersebut. Lalu, untuk menghilangkan bau ikan yang amis, bisa menggunakan berbagai macam bumbu yang sering digunakan dalam olahan Indonesia.

“Kalau dari baunya, bisa dimodifikasi dengan memberikan bawang goreng atau bawang putih. Kalau sudah dimasukkan variasi itu, enggak akan ada bau dan rasa amis. Atau bisa menggunakan ikan air tawar, itu amisnya rendah. Lalu, diberikan bumbu bawang putih dan bawang merah, itu enggak akan amis,” ujar Ida.

Namun, yang terpenting dari itu semua adalah bentuk dari bekal yang diberikan pada anak. Seringkali anak hilang nafsu makannya akibat dari kondisi tampilan bekal yang diberikan orangtuanya tidak menarik.

Baca juga: Alasan Orangtua Perlu Perhatikan Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini

Oleh karena itu, Ida mendorong para orangtua untuk lebih kreatif dalam menyajikan makanan bagi anaknya, terutama memberikan sesuatu yang menarik di dalamnya.

“Makanya, kalau kita mengenalkan warna ke anak selalu warna yang cerah yang mudah diingat. Jadi, penampilan itu penting banget, nafsu makan anak juga akan naik,” ujarnya.

Tidak lupa, dia juga menyarankan untuk mengajak anak berpartisipasi dalam memodifikasi makanan. Hal ini dapat mendorong kreativitas anak dan meningkatkan kepedulian mereka dalam pemenuhan gizi bagi tubuh setiap hari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.