Kompas.com - 24/10/2018, 14:00 WIB
Ubur-ubur yang telah mati ternyata masih bisa mengeluarkan sengatan dari tentakelnya. Twitter: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), @lipiindonesiaUbur-ubur yang telah mati ternyata masih bisa mengeluarkan sengatan dari tentakelnya.

KOMPAS.com - Sejumlah ubur-ubur terlihat muncul di permukaan pantai Ancol, Jakarta Utara pada pertengahan Oktober 2018.

Beberapa pengunjung Ancol sempat khawatir terkena sengatan hewan itu. Hal ini pun menimbulkan tanya, apakah ubur-ubur berbahaya?

Perlu dipahami, ubur-ubur merupakan hewan tak bertulang belakang yang memiliki bentuk tubuh transparan dan bertentakel. Tentakel pada ubur-ubur memiliki peran penting untuk berenang dan untuk melindungi diri dari musuh, seperti mengeluarkan sengatan.

Meski dalam keadaan mati, tentakel ubur-ubur masih bisa mengeluarkan sengatan.

"Sel nematocyst yang ada di tentakel dan sebagian tubuh ubur-ubur masih aktif, meskipun individunya sudah mati," ujar peneliti plankton laut di Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Arief Rachman saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (24/10/2018).

Tak hanya untuk pertahanan tubuh, sel nematocyst juga berguna sebagai alat berburu makanan.

Arief mengatakan, ubur-ubur yang sudah mati umumnya akan ikut terbawa arus atau ombak ke tepian pantai.

"Namun, perkara akan mencelakakan yang sedang berenang, sama saja dengan ubur-ubur yang masih hidup. Kalau tersentuh, otomatis akan tersengat," ujar Arief.

Menurut Arief, berdasarkan hasil riset Consejo Superior de Investigaciones Cientificas-Institut de Ciences del Mar (CSIC-ICM), jenis-jenis sengatan ubur-ubur terbagi menjadi empat macam dengan urutan sengatan paling kuat, yakni high stinging, stinger, mild stinger, harmless.

Namun, jika ada orang yang tersengat, sebaiknya segera melakukan upaya pertolongan pertama.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Karakteristik Hutan Mangrove yang Harus Kamu Ketahui

Karakteristik Hutan Mangrove yang Harus Kamu Ketahui

Oh Begitu
Tren Peningkatan Kasus Covid-19 di Indonesia, Apakah Akibat Omicron? Ini Kata Kemenkes

Tren Peningkatan Kasus Covid-19 di Indonesia, Apakah Akibat Omicron? Ini Kata Kemenkes

Oh Begitu
Studi Ungkap Polusi Nanoplastik Pertama Kali Terdeteksi di Kutub Bumi

Studi Ungkap Polusi Nanoplastik Pertama Kali Terdeteksi di Kutub Bumi

Fenomena
3 Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna

3 Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna

Oh Begitu
Pengertian Sabana serta Contoh Flora dan Faunanya

Pengertian Sabana serta Contoh Flora dan Faunanya

Oh Begitu
Gempa Talaud Hari Ini Sudah 9 Kali Susulan, BMKG Tegaskan Bukan Gempa Megathrust

Gempa Talaud Hari Ini Sudah 9 Kali Susulan, BMKG Tegaskan Bukan Gempa Megathrust

Fenomena
Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Fenomena
Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Oh Begitu
Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Oh Begitu
Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Oh Begitu
Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Kita
Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.